Jakarta, Aktual.co — Amerika Serikat dan Jepang akan mengagendakan pertemuan, Rabu (8/4). Pertemuan itu akan membahas kerjasama dibidang pertahanan.
Menteri Pertahanan AS Ashton Carter mengatakan, pertemuan itu juga akan membahas kekuatan militer kedua negara tersebut.
“Berkomitmen untuk mengawasi tahap selanjutnya yang disebut menyeimbangkan, Sikap AS di pulau-pulau Laut Cina Timur yang berada di pusat perselisihan dengan China,” Kata Charter Kepada menteri Pertahanan Jepang Jenderal Nakatani yang dilansir VOA.
Carter juga mengaskan Presiden Barack Obama akan kembali menerapkan perjanjian keamanan antara Jepang dan Amerika yang sudah dijalin Juli 2014 lalu.
“Saya juga menegaskan kembali Juli 2014 Komitmen Presiden Barack Obama untuk menerapkan perjanjian keamanan kami ke seluruh area di bawah administrasi Jepang dan oposisi yang kuat kami terus tindakan pemaksaan sepihak yang bertujuan untuk melemahkan kontrol administratif Jepang Kepulauan Senkaku,” katanya.
Presiden Obama pada tahun lalu menegaskan, AS dan Jepang menjalin kerjasama untuk pulau-pulau Jepang, yang disebut Diaoyu di China. Dalam beberapa tahun terakhir China telah menantang kendali Jepang dari pulau tak berpenghuni dengan udara berulang dan patroli angkatan laut di dekat wilayah yang disengketakan.
China telah menggunakan taktik yang sama untuk memperkuat luas ke daerah yang disengketakan di dekat Laut China Selatan. AS mengatakan tidak mengambil sikap dalam sengketa, namun para pejabat Washington telah berulang kali menyerukan China untuk mengendalikan perilaku agresif, pandangan bergema oleh Carter.
“Kami tidak, seperti yang kita sering katakan, mengambil sikap dalam salah satu dari mereka sengketa teritorial, Kami mengambil sikap tegas terhadap militerisasi sengketa tersebut,” katanya.
Carter mengatakan dalam memperbarui pedoman pertahanan AS-Jepang tidak hanya akan meningkatkan hubungan bilateral, juga akan memberikan ruang lingkup yang lebih besar untuk memberikan keamanan di wilayah tersebut.
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, yang menemui Carter, Rabu, telah berpihak untuk meringankan kendala pasifis Jepang, era konstitusi Perang Dunia II. Para pejabat AS telah mendukung upaya Abe untuk menafsirkan konstitusi untuk mengizinkan Jepang hak untuk melakukan “kolektif membela diri.” Para pejabat AS dan Jepang diharapkan untuk menyelesaikan pedoman akhir bulan ini, menjelang kunjungan Abe ke Washington.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu















