Musi Banyuasin, Aktual.Com – Misteri Hilangnya Mas’ud Bin Samiran warga Desa Sungai Dua Kecamatan Sungai Keruh Musi Banyuasin masih menyisakan Teka-Teki dan Duka yang mendalam bagi sanak keluarga dan kerabat.

Kabar hilangnya Mas’ud kini sudah memasuki hari ke 28 sejak dinyatakan hilang oleh keluarga pada tanggal 21 Mei bulan lalu. Selama hampir sebulan ini pihak keluarga yang dibantu para tetangga dan masyarakat Desa Sungai dua melakukan pencarian sehingga pencarian tersebut baru menemui titik terang pada tanggal 05 juni minggu lalu, pada tanggal tersebut pihak keluarga menemukan diduga adanya jasad di dalam Eks sumur minyak (Sumur Minyak buatan / Ilegal) yang dibuat oleh korban mas’ud bersama rekannya diwilayah Desa Darmo Lawang Kidul Muara Enim.

Kepala Desa Sungai Dua, Sudirman Saat ditemui Aktual.Com dirumah korban Mas’ud di Desa Sungai Dua mengatakan kalau pihak nya dan keluarga selama ini telah melakukan upaya pencarian ke Muara enim dan sampai dengan tanggal 05 juni kemarin dirinya beserta keluarga menemukan adanya dugaan penemuan jasad didalam sumur.

Kades Sungai Dua Sudirman Saat ditemui di rumah korban (mas’ud) tampak juga istri korban bernama sarnita dan kedua anak nya duduk di teras rumah /Foto : Apriansyah/Aktual.com Sabtu (18/6).

“Pada tanggal 06 juni sudah dilakukan upaya Evakuasi oleh polsek Lawang Kidul dan dibantu oleh TIM SAR PTBA,” Terangnya Kepada Aktual.com, Sabtu(18/6).

Sudirman pun melanjutkan bahwa dugaan kuat adanya jenazah di dalam sumur tersebut berdasarkan ditemukannya Potongan daging yang di ambil oleh Tim Sar PTBA dari dalam Sumur.

“Saya sebagai Kades Sungai Dua pada proses tahap awal evakuasi tersebut ikut memantau langsung ke TKP, dari proses tersebut Tim SAR dari PTBA telah mencoba memasuki sumur, dikarenakan menurut keterangan dari Tim Sar PTBA sumur tersebut mengandung Gas Metan dan minyak mentah, tim Sar PTBA tidak sanggup untuk melanjutkan Evakuasi tersebut dan hanya menemukan Potongan Daging yang diambil dari dalam sumur.”Bebernya.

 

Rumah kediaman mas’ud di desa Sungai Dua Kecamatan Sungai keruh Musi Banyu Asin

Sudirman pun mengatakan bahwa potongan daging yang diduga Daging manusia, sebagian nya telah di ambil sample oleh pihak Polres Muara Enim dan telah di uji lab sebagian lagi dibawa oleh pihak keluarga dan telah di makamkan oleh pihak keluarga di desa sungai dua.

“Bedasarkan hasil uji lab tersebut saya bersama pihak keluarga memang menerima hasil kalau memang benar kalau potongan daging tersebut merupakan daging dari anggota tubuh manusia, akan tetapi pihak polres belum bisa memastikan secara pasti kalau potongan daging tersebut merupakan anggota tubuh dari warga kami yang hilang, karena diduga jasad manusia yang ditemukan didalam sumur tersebut belum bisa di evakuasi secara utuh dan blom tampak secara kasat mata,”Terang Sudirman.

Dan lanjutnya, Pihak polsek lawang kidul telah menyarankan kepada kami pihak keluarga untuk meminta bantuan kepada Pertamina Prabumulih melalui surat tertulis dari pemerintah kabupaten muara enim dan hal tersebut telah dilakukan oleh pihak Pemkab Muara enim.

“Berdasarkan informasi yang saya dapat kalau minggu lalu pihak Pemkab Muara Enim telah berkirim surat kepada pertamina prabumulih terkait permohonan bantuan Evakuasi dan Surat tersebut telah sampai kepada pihak Pertamina Prabumulih, “Ungkapnya.

 

Foto Penemuan potongan Daging Yang telah di makamkan oleh pihak keluarga di samping rumah orang tua korban di desa sungai Dua

Namun ketika di konfirmasi oleh pihak keluarga kepada humas pertamina prabumulih atas nama bu Tuty melalui via telpon dan WhatsApp, pihak keluarga mengatakan kepada saya bahwa pihak pertamina telah mengirimkan surat balasan kepada Pemkab Muara Enim dan Menyarankan agar pihak keluarga berkordinasi lagi dengan pemkab muara enim, karena menurut keterangan humas pertamina, Pemkab Muara Enim akan mengadakan Rapat bersama stake holder terkait masalah ini.

“Sudah di konfirmasi oleh pihak keluarga ke Pertamina, mereka telah menyampaikan surat balasan dan Pertamina menyarankan untuk Berkordinasi lagi dengan Pemkab muara enim, dan dari komfirmasi ini pertamina juga menyebutkan kalau pertamina belum bisa dan belum ada kompetensi untuk melakukan bantuan Evakuasi tersebut,” beber Sudirman sambil menunjukan Chat WhatsApp tersebut kepada wartawan.

Sudirman mengakui memang pekerjaan warganya yang hilang ini merupakan pekerjaan pertambangan ilegal minyak bumi (Ilegal Driling) yang tidak dapat dibenarkan menurut hukum. Kepala desa sungai dua tersebut juga tidak mendukung Aktivitas tersebut karena sangat berbahaya dan penuh resiko.

Namun Atas Rasa Kemanusiaan Sudirman berharap Kemurahan Hati Pak Kurniawan Selaku Plh Bupati Muara Enim Dan Manager Pertamina, Agar dapat Membantu proses Evakuasi Penemuan Jasad Yang Diduga warga kami warga Desa Sungai Dua di Desa Darmo Muara Enim.

“Saya sebagai kepala Desa Sungai Dua Sangat Berharap Kemurahan Hati Bupati muara enim dan manager Pertamina agar dapat segera melakukan Proses Evakuasi agar Kasus ini menjadi terang benderang dan tidak menjadi simpang siur,”harapnya.

Sudirman juga tak menampik kemungkinan apa yang dilakukan warganya tersebut merupakan Faktor ekonomi sehingga nekat melakukan aktivitas tersebut, sudirman pun memohon maaf terkait Aktivitas yang dilakukan warga nya tersebut diwilayah kabupaten muara enim.

“Saya juga memohon Maaf kepada Pemkab muara enim terkait aktivitas ilegal yang dilakukan warga kami di wilayah kabupaten muara enim, apa yang dilakukan warga kami ini disebakan karena faktor ekonomi,”ungkapnya.

Apalagi saat ini menurut Sudirman Istri Mas’ud ini tengah mengandung Anak Ke 3 dari Mas’ud, warga kami mas’ud ini memang pekerjaan nya serabutan, tapi sudir meyakini kalau si mas’ud ini hanya di ajak untuk bekerja dan bukan otak dari pelaku ilegal driling tersebut.

“Mas’ud ini memang dari latar belakang ekonomi yang kurang mampu pak,anak nya ada 2, Anak pertama kelas 1 SMP, anak kedua nya kelas 2 SD dan anak yang ketiga masih dalam kandungan, “Tutur Sudir.

Lanjutnya,”warga kami ini memang bekerja serabutan, disuruh kerja apa saja dia mau karena warga kami ini bukan dari latar belakang pendidikan tinggi, saya meyakini kalau warga kami ini hanya di ajak untuk menggali sumur karena itu pekerjaan yang dapat ia lakukan, mas’ud ini di ajak oleh kedua rekannya warga kabupaten pali yang sampai saat ini, sejak dikabarkan mas’ud hilang tidak diketahui keberadaannya. “Ungkap sudirman.

Maka dari Itu Dirinya sebagai Kepala desa Sungai Dua sangat berharap sekali atas nama kemanusian agar pihak terkait bisa membantu proses evakuasi tersebut.

Kades Sudirman pun mengatakan kalau misalkan proses evakuasi tersebut terkendala tidak adanya relawan, dirinya telah berkordinasi dengan pihak keluarga kalau ada warga nya yang sanggup menjadi Relawan untuk melakukan Evakuasi tersebut.

“Kami sudah berkordinasi dengan pihak keluarga, kalau diberikan ijin dan di Fasilitasi peralatan warga kami ada yang bersedia menjadi relawan agar evakuasi ini dapat segera terlaksana agar kasus ini menjadi terang benderang dan tidak simpang siur. Saya juga tak menutup kemungkinan akan meminta bantuan pihak pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terkait hal ini.” Pungkasnya.

(Apriansyah)