Jakarta, Aktual.com – Seiring dengan perkembangan jaman yang semakin canggih dari waktu ke waktu, beberapa masalah kesehatan ini belum bisa diobati seutuhnya.

Walaupun sudah ada perkembangan teknologi yang sangat membantu mendeteksi atau menyembuhkan penyakit seperti CT Scan, alat rontgen, hingga pendeteksi kanker. Beberapa jenis penyakit ini tidak bisa ditemukan obatnya sama sekali.

Berikut ini beberapa daftar nama penyakit yang belum ditemukan sama sekali obatnya dilansir dari Tribun News.

1. Kanker

Kanker adalah salah satu penyakit yang hingga kini belum ditemukan obatnya. Kemunculan kanker diakibatkan perkembangan tumor yang sudah di tahap ganas.

Sebagai catatan, tidak semua tumor bisa dianggap sebagai kanker. Penyakit kanker terjadi di seluruh bagian tubuh.

Kanker adalah penyakit saat nutrisi diambil dalam sel tubuh yang sehat sehingga merusak bagian tubuh lainnya.

Hingga kini, kanker belum ditemukan obatnya dan penanganan maksimal hanya secara operasi dan kemoterapi. Kedua metode itu pun tidak menjamin sel kanker dalam tubuh tidak tumbuh kembali.

Penyakit kanker sendiri punya lebih dari 100 jenis.

2. Ebola

Penyakit ebola pernah merebak di negara-negara benua Afrika. Selain bisa menyerang manusia, penyakit ini juga bisa menyerang primata seperti monyet, gorila, dan simpanse.

Gejala umum seseorang terserang ebola adalah: demam, nyeri pada kepala dan otot, kelelahan, sakit tenggorokan, hilang nafsu makan, muntah hingga diare, berdarah dan lebam tanpa sebab.

Belum ada pengobatan yang menyembuhkan ebola seutuhnya. Meski begitu, sudah ditemukan dua obat untuk mencegah virus ebola yaitu Inmazeb dan Ebanga. Sayangnya, obat ini hanya menangani virus ebola Zaire.

Terdapat 6 jenis virus ebola yakni ebola virus Zaire, virus Sudan, virus Tai Forest, virus Bundibugyo, virus Reston, dan virus Bombali.

3. Leukemia

Leukemia disebabkan produksi sel putih yang berlebihan. Sel darah putih ini bergabung dengan sel darah merah dan trombosit.

Gejala leukemia adalah: kelelahan, mudah berdarah, demam, infeksi yang terus berlanjut, sakit pada tulang atau sendi, sakit kepala, muntah, berat badan turun, nafas pendek, dan keringat dingin.

Leukemia hanya bisa diminimalisir dengan metode kemoterapi dan imunoterapi.

4. HIV/AIDS

HIV atau Human Immunodeficency VirusĀ diakibatkan oleh virus yang menyerang sel. Padahal, sel tersebut untuk mengobati tubuh yang terkena infeksi.

Dampak dari virus ini adalah penderitanya mudah terkena infeksi dan penyakit. HIV dapat tersebar melalui kontak langsung dengan orang lain melalui cairan di dalam tubuh. Umumnya, penyakit ini terjadi karena kegiatan seks tanpa kondom atau jarum suntik yang digunakan terus menerus.

Jika terlambat diatasi, HIV akan menjadi AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome).

Gejala-gejala HIV adalah: demam, ruam, sakit pada otot, sakit tenggorokan, kelelahan, bengkak pada getah bening, dan mouth ulcers.

Penyakit ini hanya bisa diminimalisir dengan penyembuhan fungsional di mana jumlah HIV yang ada di tubuh penderita ditekan seminimal mungkin.

5. Demensia

Demensia adalah penyakit akibat ketidakmampuan mengingat, berpikir, atau membuat sebuah keputusan terkait aktivitas sehari-hari.

Penyakit demensia biasanya menyerang usia 65 tahun ke atas.

Gejala yang menandakan demensia adalah melemahnya otot dan tulang, berkurangnya fungsi nadi, dan berubahnya kemampuan memori.

Cara meminimalisir demensia adalah berolahraga rutin, mengkonsumsi makanan sehat, serta bersosialisasi.

Jika demensia mencapai level akut, perlu melakukan terapi stimulasi kognitif dan terapi okupasi.

(Shavna Dewati Setiawan | Tribun News)

(Aktual Academy)