Jakarta, Aktual.com – Salah seorang warga negara Indonesia (WNI) yang kuliah University Of Texas At Austin, Vira Wiguna mengatakan, badai musim dingin yang melanda Texas, Amerika Serikat pada beberapa hari ini membuat sejumlah daerah mengalami kekurangan air bersih.

“Badai salju sudah berhenti sejak kamis minggu lalu, hanya saja efeknya masih terus terasa hingga sampai saat ini, sebagian orang masih belum ada akses untuk air bersih,” kata Vira melalui wawancara, Selasa (23/2).

Vira menjelaskan, dampak kurangnya air bersih tersebut diakibatkan karena kemarin waktu badai alat penyaring airnya di sejumlah tempat sempat padam dan tidak ada saluran air sama sekali.

“Untuk kota Austin dan Houston sampai sekarang masih banyak belum punya air bersih bahkan mereka tidak punya sama sekali air,” jelas Vira kembali.

Ia mengungkapkan, pemerintah AS fokus pada perbaikan listrik terlebih dahulu.

“Fokus untuk perbaikan listrik dulu sih, untuk keamanan masyarakat sekitar diminta untuk merebus air selama 2 menit terlebih dahulu jika ingin digunakan karena kadar kebersihannya belum ada,” ungkapnya.

Sementara untuk bantuan, sampai saat ini sudah diberikan berupa dana dan itu banyak dipergunakan untuk memperbaiki listrik yang kemarin rusak.

“Bantuan lebih ke dana untuk memperbaiki listriknya, karena kebanyakkan tidak mampu menahan suhu di bawah 0 kemarin, sekaligus untuk memperbaiki pipa-pipa yang pecah karena musim dingin kemarin,” terangnya.

Diketahui, badai Ekstrem texas ini mengakibatkan 20 orang meninggal. Bahkan hingga saat ini wilayah tersebut mengalami pemadaman listrik dan juga kekurangan air dalam seminggu belakangan.(RRI)

(Warto'i)