TNI saat melihat lokasi baku tembak dengan di Kampung Binti, Tembagapura, Papua/Okezone
TNI saat melihat lokasi baku tembak dengan di Kampung Binti, Tembagapura, Papua/Okezone

Jakarta, aktual.com – Polri menyatakan akan menjamin keamanan 1.572 orang pengungsi di Tembagapura, Papua usai kontak senjata aparat TNI-Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalam beberapa hari terakhir. Saat ini TNI dan Polri masih terus melakukan penjagaan di Tembagapura sembari meningkatkan kewaspadaan.

“Aparat keamanan terus meningkatkan kewaspadaan untuk memberikan jaminan keamanan kepada para pengungsi,” Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Senin (3/9).

Saat ini, kata Asep, sekitar 5.000 personel gabungan TNI-Polri berjaga di wilayah Papua. Belum ada rencana penambahan kekuatan usai insiden di Tembagapura.

“Kurang lebih 5.000 personel dan itu masih dalam kekuatan yang sama untuk mengamankan di daerah Papua,” jelas Asep.

“Jadi memaksimalkan apa yang selama ini sudah tersedia, dan tentunya dengan metode atau cara-cara yang lebih ditingkatkan,” ucap dia.

Ia menjelaskan hingga saat ini, keadaan di Bumi Cenderawasih sudah berangsur normal. Sejumlah masyarakat sudah melakukan aktivitas seperti biasanya.

“Secara keseluruhan situasi sudah dapat dikendalikan,” jelas Asep.

Sebagai informasi, sejumlah baku tembak terjadi antara aparat TNI-Polri dan KKB di wilayah Tembagapura, Papua dalam beberapa hari terakhir ini.

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob sebelumnya menyebut warga yang dievakuasi berasal dari empat kampung di Distrik Tembagapura. Mereka diungsikan ke Timika untuk keamanan.

Sementara seluruh pelayanan di bidang pendidikan, kesehatan, dan lainnya lumpuh total.

“Masyarakat merasa takut, terancam, trauma. Kalau mereka bertahan di sana, mereka kesulitan untuk mendapatkan bahan kebutuhan pokok,” ujar Johannes, Senin (9/3).

Johannes bahkan mengatakan berdasarkan laporan dari pihak TNI dan Polri, hingga kini masih terdengar sesekali bunyi letusan senjata api di sekitar Banti, Tembagapura.

Pada Minggu lalu, Septinus Magal, salah satu warga Kimbeli, mengatakan situasi dan kondisi keamanan di kampungnya kini sudah tidak kondusif lagi.
Sejak kedatangan KKB beberapa hari lalu, katanya, barang maupun bahan kebutuhan pokok diambil secara paksa dari rumah-rumah warga setempat oleh anggota kelompok separatis bersenjata itu.

“Kami di kampung sudah tidak aman, jadi kami kasih tinggal kampung untuk keselamatan nyawa kami. Selain itu bahan makanan kami juga sudah tidak ada, sehingga kami akan ke Timika untuk tinggal di rumah keluarga,” ujar Septinus. (cnni)

(Eko Priyanto)