Jakarta, Aktual.co — Bank Sentral Rusia menurunkan satu persen suku bunga acuannya menjadi sebesar 14 persen. Hal ini dilakukan karena kekhawatiran  inflasi Rusia yang terus meningkat akibat dari perekonomian yang melemah.

Seperti dilansir BBCBusiness, Senin (16/3), langkah penururnan suku bunga acuan tersebut telah diperkirakan sebelumnya, karena nilai Rubel yang saat ini cenderung stabil setelah penurunan yang drastis sebesar 46 persen selama tahun 2014.

Penurunan suku bunga acuan diharapkan mendorong Bank untuk meningkatkan suku bunga hingga 17 persen dalam upaya untuk menghentikan pelemahan ekonomi. Pasalnya, ekonomi Rusia jatuh akibat harga minyak yang terus menurun, serta dampak sanksi Barat keterlibatannya di Ukraina.

Sebelumnya, pada Januari 2015,  Bank Sentral Rusia menurunkan suku bunga acuan dari 17 persen menjadi 15 persen. Permintaan barang selama itu meningkat, pada akhirnya memungkinkan pemilik toko untuk menaikkan harga, dan mendorong inflasi yang tinggi.

Meskipun inflasi masih tetap tinggi (data Februari menunjukkan  inflasi Rusia sebesar 16,7 persen)- ekonom memperkirakan, bahwa kondisi ekonomi Rusia masih tertekan, termasuk meningkatnya pengangguran, akan menyebabkan permintaan menurun dan harga yang lebih rendah.

Artikel ini ditulis oleh: