Dua penyidik menunjukkan barang bukti berupa 64 ribu dolar Singapura saat konferensi pers mengenai operasi tangkap tangan KPK di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (7/10) malam. KPK melakukan OTT terhadap Ketua Pengadilan Tinggi Manado SDW dan Anggota DPR Komisi XI dari Fraksi Golkar AAM serta tiga orang lainnya atas kasus dugaan suap hakim untuk mengamankan putusan banding vonis Marlina Moha yang merupakan ibu dari AAM. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Komisi III DPR RI menyarankan pemerintah, khususnya Kementerian Hukum dan HAM menjalin kerjasama ekstradisi dengan Singapura, karena banyak pelaku korupsi asal Indonesia yang lari ke Singapura.

“Dalam rapat dengan Kemenkumham, saya usulkan kenapa tidak jalin kerjasama ekstradisi dengan Singapura dan Malaysia. Karena banyak penjahat dan koruptor Indonesia larikan uangnya di sana,” kata Muslim Ayub di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/7).

Dia mengatakan, pekan lalu Komisi III DPR sudah menyetujui kerjasama ekstradisi Indonesia dengan Iran dan lebih kerjasama tersebut dilakukan dengan negara-negara terdekat seperti Singapura.

Menurut dia, Komisi III DPR telah meminta Kemenkumham lakukan pendekatan untuk jalin kerjasama ekstradisi dengan Singapura.

“Kemenkumham merespon dengan baik dan akan lakukan penjajakan agar bagaimana hubungan dan kerjasama ekstradisi dengan Singapura bisa terjalin baik,” ujarnya.

Muslim mengatakan Komisi III DPR RI sudah menyampaikan kepada Kemenkumham agar terus melakukan pendekatan dengan Singapura agar setuju menjalin kerjasama ekstradisi.

Penjajakan kerjasama itu menurut dia harus terus dilakukan meskipun Singapura sebelumnya pernah menolak sehingga ditemukan jalan keluar yang baik.

“Usulan kerjasama itu sudah disampaikan Komisi III DPR kepada Kemenkumham. Mungkin dalam waktu dekat Kemenkumham akan terus lakukan pendekatan dengan Singapura meskipun mereka menolak, ya kita cari jalan keluar sampai mereka mau,” katanya.

Namun Muslim mengatakan Komisi III DPR RI tidak tahu apa yang menjadi kendala sebenarnya kebijakan ekstradisi dengan Singapura itu belum berhasil dilakukan.

(Arbie Marwan)