Jayapura, Aktual.com – Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Papua dan Papua Barat terus mendorong peningkatan pengetahuan terkait pasar modal di wilayahnya.

Kepala Kantor BEI Perwakilan Provinsi Papua dan Papua Barat Kresna A. Payokwa di Jayapura, Kamis (15/4), mengatakan pasar modal adalah sarana bertemunya perusahaan maupun institusi lain (pemerintah) yang membutuhkan dana dari masyarakat.

“Dana ini untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan lain-lain, dengan masyarakat pemodal atau investor yang hendak menginvestasikan dana mereka,” katanya.

Menurut Kresna, untuk mendapatkan pendanaan, perusahaan atau institusi tersebut menerbitkan saham atau surat utang, di mana masyarakat pemodal (investor) dapat mendanai perusahaan maupun institusi tersebut dengan cara membeli instrumen tersebut di pasar modal.

“Kini tercatat lebih dari 700 perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di Pasar Modal Indonesia,” ujarnya.

Dia menjelaskan karena itu pasar modal memiliki peran penting bagi perekonomian suatu negara dan menjadi barometer perkembangan ekonomi suatu negara.

“Pasar Modal Indonesia merupakan salah satu pasar modal terbaik di dunia,” katanya lagi.

Dia menambahkan di mana pada 2019 berdasarkan data Bloomberg mengenai pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama periode 10 Tahunan, BEI telah menjadi pasar modal dengan tingkat imbal hasil tertinggi kedua di dunia dengan tingkat keuntungan 376,2 persen setelah Bursa Efek Amerika (NYSE) dengan tingkat keuntungan 413,33 persen.

(Warto'i)