Brussels, Aktual.com – Polisi kontra-terorisme Belgia sedang menyelidiki jatidiri terduga pelaku bom bunuh diri yang berhasil ditembak mati oleh tentara di sebuah stasiun kereta api Brussels setelah dia meledakkan bahan peledak yang gagal melukai seorang pun.

“Kami menganggap perisitwa ini sebagai serangan teroris,” kata jaksa Eric Van Der Sypt, dikutip dari Reuters, Rabu (21/6).

Tapi ia menolak berkomentar mengenai pernyataan beberapa saksi yang menyatakan pelaku tersebut telah meneriakkan slogan-slogan Islam sebelum meledakkan apa yang dikatakan para saksi sebagai satu atau dua perangkat di dalam kopor.

Media penyiaran umum VRT, mengatakan bahwa penyidik meyakini pria pelaku tersebut memiliki bom paku yang gagal meledak sempurna.

Meski tidak ada yang terluka, asap mengepul di pusat stasiun dan kenangan akan serangan kelompok ISIS di kota tersebut tahun lalu, dan baru-baru ini di Inggris, Prancis dan tempat lainnya, membuat para penumpang bergegas mencari tempat berlindung.

Polisi menghentikan lalu lintas kereta api, mengevakuasi lokasi tersebut dan membersihkan jalan-jalan ramai, dipenuhi turis dan warga yang menikmati malam musim panas di pusat kota bersejarah, antara stasiun itu dan sekitar kawasan Grand Place, sebuah bangunan bersejarah di Brussels.

Brussels, Ibukota Belgia lokasi markas NATO dan Uni Eropa berada, tengah dalam kondisi siaga sejak sebuah sel kelompok ISIS yang bermarkas di Brussels melakukan serangan yang menewaskan 130 orang di Paris pada November 2015.

Empat bulan kemudian, rekan penyerang melancarkan serangan yang menewaskan 32 orang di kota itu.

Sejak saat itu, serangan di Prancis, juga di Jerman, Swedia dan yang terakhir terjadi, di Inggris, dilancarkan oleh kelompok kekerasaan yang bermarkas di Suriah, dan lakukan oleh beberapa pemuda.

Banyak dari mereka merupakan penduduk setempat, meningkatkan kekhawatiran akan lebih banyaknya kekerasan yang terjadi terhadap kota itu, dimana hampir seperempat dari populasi yang berjumlah 1,2 juta orang merupakan Muslim.

 

Ant.

()