Foto udara lokasi musibah banjir bandang yang terjadi di Garut, Jawa Barat, Kamis (22/9). Data terakhir yang dirilis BNPB, korban tewas akibat banjir bandang di Garut ada 23 orang dan 18 orang lainnya masih hilang. Tim SAR gabungan diharapkan dapat menemukan 18 orang yang hilang ini secepat mungkin. AKTUAL/HO

Bandung, Aktual.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mengantisipasi dan berkoordinasi intensif dengan pemerintah kota/kabupaten menyusul terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor di tujuh wilayah Jabar pada 21-23 Februari 2018, dengan data terakhir Jumat (23/2) pukul 12.30 WIB. Upaya yang telah dilakukan pihaknya adalah secepatnya berkoordinasi dengan BPBD kabupaten dan kota terdampak.

“Tim Unit Reaksi Cepat (URC) sudah diturunkan ke lokasi untuk assessment dan pendampingan. Bantuan logistik juga sudah dikirimkan berupa perlengkapan sekolah, makanan siap saji, famili kit, kids ware, terpal dan karung ke Kabupaten Kuningan, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Cirebon,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat Dicky Saromi, dalam siaran persnya, Sabtu (24/2).

Kejadian di tujuh wilayah tersebut adalah longsor di Kabupaten Subang (Kecamatan Sagalaherang) berdampak pada akses Jalan Sagalaherang-Kampung Nyalindung terganggu, longsor di Kabupaten Sumedang (Kecamatan Darmaraja, Kecamatan Jatigede, Kecamatan Cisitu) berdampak pada total dua unit rumah rusak sedang dan jalan penghubung desa tertutup longsoran.

Kemudian banjir di Kota Bandung (Kecamatan Astana Anyar) berdampak pada 142 rumah terendam, banjir di Kabupaten Bandung (Kecamatan Majalaya, Kecamatan Cileunyi, Kecamatan Dayeuh Kolot).

Berikut wilayah terdampak akibat banjir dan longsir:

Longsor, pergerakan tanah, dan banjir terjadi di Kabupaten Majalengka (longsor, Kecamatan Rajagaluh, Kecamatan Sindangwangi, Kecamatan Maja, Kecamatan Bantarujeg. Kemudian, pergerakan tanah terjadi Kecamatan Bantarujeg, Kecamatan Lemahsugih. Selanjutnya banjir terjadi di Kecamatan Panyingkiran berdampak pada 50 rumah 71 KK terendam dan longsor, pergerakan tanah serta banjir di Kabupaten Kuningan (longsor Kecamatan Karangkencana, Kecamatan Hantara, Kecamatan Nusaherang, Kecamatan Ciniru, Kecamatan Kadugede.