Jakarta, Aktual.com – Warga Penjaringan, Jakarta Utara yang pada Kamis (23/6) kemarin bentrok dengan petugas kepolisian yang dipicu oleh pihak kepolisian yang berupaya mencegah warga yang menolak kedatangan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ke lokasi peresmian. Dengan adanya bentrokan tersebut, warga Penjaringan merupakan bentuk ketidaksukaan warga atas pemimpin yang dianggap zalim.
Hal tersebut disampaikan Aktivis 98, Edysa Girsang kepada wartawan, Jumat (24/6).
“Bentrok di Penjaringan, bukti Gubernur dibenci warga,” katanya.
Kebencian warga, kata Ekky, adalah hasil dari tindak laku Ahok yang terbiasa memancing kemarahan warga. Apalagi, Ahok sudah terkenal dengan gaya bicaranya yang cenderung kasar.
“Aksi penolakan terhadap Ahok oleh warga Penjaringan adalah cerminan dari kesewenangan yang dilakukan Ahok selama ini terhadap rakyat, baik melalui ucapan yang merendahkan rakyat, maupun tindakannya yang menyakiti rakyat,” sambung dia.
Pasalnya, tutur Ekky, kepribadian masyarakat cenderung cinta damai, sehingga tidak mungkin jika mereka tiba-tiba marah tanpa ada sebab.
“Rakyat Indonesia adalah bangsa yang cinta damai. Namun bangsa Indonesia lebih cinta kemerdekaan,” katanya.
Ekky juga menyayangkan, tindakan represif aparatus kepada warga yang mestinya diayomi oleh aparat keamanan.
“Protes yang dilakukan warga sejatinya merupakan bentuk penyampaian aspirasi mereka terhadap sesuatu hal. Seharusnya aparatur terus berupaya melakukan tindakan yang bernilai musyawarah dibandingkan menembakkan gas air mata.” tutup dia.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid

















