Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan sikap pongahnya terhadap negara yang bersebrangan dengan kepentinganya dan AS. Trump, yang foto-fotonya muncul dalam serangkain file milik Jeffrey Epstein, mengatakan akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol setelah AS tidak bisa menggunakan pangkalan militer Spanyol untuk menyerang Iran. Foto: REUTERS/Kevin Lamarque

Jakarta, aktual.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa negaranya semakin mendekati kesepakatan perdamaian dengan Iran. Ia bahkan membuka kemungkinan untuk hadir langsung di Pakistan guna menandatangani kesepakatan tersebut.

Dalam keterangannya di Gedung Putih, Trump menyebut bahwa pembicaraan dengan Iran menunjukkan kemajuan signifikan, termasuk kesediaan Teheran untuk menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya. Ia juga mengindikasikan adanya rencana lanjutan perundingan di Islamabad.

“Kita sangat dekat untuk mencapai kesepakatan dengan Iran,” kata Trump, dilansir AFP dan Al Arabiya, Jumat (17/4/2026).

Ia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut bertujuan memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.

“Kita harus memastikan bahwa Iran tidak akan pernah mendapatkan senjata nuklir… Mereka sepenuhnya setuju dengan itu. Mereka telah menyetujui hampir semuanya, jadi mungkin jika mereka bisa duduk di meja perundingan, akan ada perbedaan,” imbuhnya.

Trump juga mengungkapkan kemungkinan kehadirannya dalam proses penandatanganan kesepakatan jika dilakukan di Pakistan.

“Saya mungkin akan pergi, ya.” Jika kesepakatan itu ditandatangani di Islamabad, saya mungkin akan pergi,” tuturnya.

Ia turut memberikan apresiasi kepada Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Panglima Militer Asim Munir atas peran mereka dalam memfasilitasi dialog antara kedua negara.

Sebelumnya, Wakil Presiden AS J. D. Vance memimpin delegasi ke Islamabad untuk melakukan negosiasi dengan Iran, meskipun perundingan tersebut belum menghasilkan kesepakatan. Gedung Putih menyatakan pembicaraan lanjutan masih direncanakan.

Trump juga kembali menyinggung komitmen Iran terkait isu nuklir sebagai bagian penting dalam kesepakatan.

“Mereka telah setuju untuk mengembalikan debu nuklir kepada kita,” kata Trump, menggunakan istilahnya sendiri untuk menyebut cadangan uranium yang diperkaya, yang menurut Amerika Serikat dapat digunakan untuk memproduksi senjata nuklir.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain