Prof. Dr. Supandi, SH, M.Hum, tokoh utama dalam kisah buku 'Bocah Kebon Dari Deli.' Buku yang sangat inspiratif buat siapa saja.
Prof. Dr. Supandi, SH, M.Hum, tokoh utama dalam kisah buku 'Bocah Kebon Dari Deli.' Buku yang sangat inspiratif buat siapa saja.

Jakarta, Aktual.com – Sejak diluncurkannya buku biografi Ketua Muda Kamar Tata Usaha Negara (TUN) Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. Supandi yang berjudul ‘Bocah Kebon dari Deli’ pada 17 September 2021 lalu, beragam tanggapan pun mulai berdatangan.

Misalnya saja Gubernur Sumatera Utara, Letjend TNI (Purn) Edy Rahmayadi. Ia mengatakan bahwa buku tersebut penuh kisah inspiratif, sehingga patut untuk dibaca terutama bagi anak-anak di Deli Sumut.

“Semua orang harus membaca buku ini, karena penuh kisah inspiratif dari seorang anak yang sukses dalam perjalanan hidupnya,” tegasnya dalam acara bedah buku ‘Bocah Kebon Dari Deli’ yang diadakan Aktual Forum beberapa waktu lalu.

Selain Gubernur Sumut, tanggapan lainnya datang dari Yudha Abimanyu, pria asal Tangerang, Banten yang menyebut jika kisah dalam buku ‘Bocah Kebon dari Deli’ ini melebihi cerita dalam novel Laskar Pelangi.

“Kisah ini melebihi dalam cerita novel Laskar Pelangi. Saya mengucapkan ‘Subhanahuwataala’ dan sampai merinding Ketika membaca buku itu,” ujarnya kepada redaksi Aktual.com di Jakarta, Selasa (21/9).

Menurutnya, banyak momen dan kejadian diluar logika dan nalar, tapi terjadi karena keyakinan doa dan usaha yang pantang menyerah.

Yudha menuturkan, banyak kisah dalam buku itu yang membuatnya “merinding”. Salah satunya ketika kisah Supandi diterima menjadi Taruna Akademi Penerbangan di Curug, dimana pada hari keberangkatan menggunakan kapal menuju Jakarta, Supandi terserang demam sehingga secara akal dipastikan tidak akan ikut berangkat karena berdiri saja susah.

Tetapi, sambungnya, mendadak baling-baling kapal rusak sehingga kapal yang harusnya berangkat hari itu tidak jadi berangkat. Sembari kapal diperbaiki, ternyata Supandi sembuh dari sakit demamnya. Alhasil dia bisa ikut berangkat ke Jakarta menuju Curug, Tangerang. Dari situlah kehidupan Supandi mulai berubah.

“Masya Allah, seolah takdir berpihak pada Supandi waktu itu. Dan banyak kisah-kisah lain yang bikin bergidik dan merinding dari membaca buku itu,” ujarnya terharu.

Selain itu, seorang advokat di Jakarta, Hermawi Taslim, menanggapi hal serupa.

“Buku Bocah Kebon Dari Deli isinya sangat luar biasa, enak dibaca dan kisahnya sangat inspiratif,” ujarnya.

Tanggapan lainnya juga datang dari seorang praktisi hukum di Jakarta, Ahsani Siregar. Menurut Ahsani, buku ini membuatnya yakin jika takdir tidak akan meleset.

“Buku Bocah Kebon Dari Deli membuat saya semangat dalam menghadapi segala kesulitan, karena Takdir tidak akan meleset,” terangnya.

Buku 'Bocah Kebon Dari Deli' di toko buku Gramedia Matraman, Jakarta Pusat.
Buku ‘Bocah Kebon Dari Deli’ di toko buku Gramedia Matraman, Jakarta Pusat.

Sementara itu, penulis buku ‘Bocah Kebon dari Deli’, Irawan Santoso, dalam keterangannya menjelaskan bahwa “Buku ini untuk memahami bagaimana ‘Takdir’ dari Tuhan itu bekerja,” katanya.

Dalam pantauan Aktual.com, buku ‘Bocah Kebon Dari Deli’ tampak laku keras di toko buku Gramedia Matraman, dan Gramedia seluruh Indonesia. Inilah kisah yang menjadi penghibur dan inspiratif bagi masyarakat di tengah kesulitan masa pandemi ini.

(A. Hilmi)