Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengucapkan selamat atas pelantikan Joko Widodo dan Jusuf Kalla sebagai pasangan presiden dan wikl presiden Republik Indonesia.
“Selamat memulai kerja besar untuk rakyat Indonesia. Semoga hari ini menjadi awal yang baik,” kata Anas dalam pernyataan tertulis yang disampaikan oleh pengacara Anas, Handika Honggowongso di gedung KPK Jakarta, Senin (20/10).
Anas yang sudah divonis 8 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan dalam kasus tindak pidana korupsi penerimaan hadiah dari sejumlah proyek-proyek pemerintah dan tindak pidana pencucian uang itu ditahan di rumah tahanan (rutan) KPK di basement gedung KPK.
Anas juga berharap Jokowi dan Jusuf Kalla dapat menjadikan masyarakat lebih sejahtera.
“Berharap benar-benar bisa menjadi pemimpin bagi seluruh rakyat Indonesia dan berhasil memajukan perikehidupan rakyat menjadi lebih sejahtera dan bermartabat,” ungkap Anas.
Selanjutnya ia berpesan agar tidak tergoda untuk menggunakan aparat hukum untuk kepentingan pribadi.
“Menjadi pemimpin yang adil dan bijaksana, tidak tergoda untuk menggunakan aparat hukum dan keamanan untuk kepentingan politik dan kekuasaan,” tambah Anas.
Anas berharap agar keduanya tetap kompak hingga selesai bertugas lima tahun lagi.
“Presiden dan wapres bisa kompak bekerja keras sampai selesai emban amanah 2019. Tidak retak dan konflik di tengah jalan,” ungkap Anas.
Terakhir, Anas berpesan agar berhati-hati terhadap kemungkinan adanya gangguan dari dalam pemerintahan.
“Perlu berhati-hati terhadap kemungkinan hadirnya sengkuni di lingkarannya,” tegas Anas.
Anas Urbaningrum sempat menulis di status atau BlackBerry Messenger-nya “Politik Para Sengkuni” pasca elektabilitas Demokrat yang anjlok dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Februari 2014 lalu.
Sengkuni adalah salah satu karakter terkenal dalam wayang dengan lakon Mahabarata. Dia adalah patih di Astina, sebuah negara yang diperintah oleh Kurawa.
Karakter fisik Sengkuni digambarkan berbadan kurus dengan muka tirus dan cara bicara yang lemah tapi menjengkelkan. Sengkuni juga digambarkan memiliki watak yang licik, senang menipu, menghasut, memfitnah, dan munafik, artinya Sengkuni adalah gambaran tentang orang yang ingin orang lain celaka.
Anas memang tidak pernah mengungkapkan siapa Sengkuni yang ia maksudkan, tapi Anas berkali-kali menyatakan bahwa kasus yang menyeretnya itu bermuatan politis.

()

(Nebby)