Jakarta, Aktual.com – Kaum pria kini juga memperhatikan kesehatan tubuhnya. Selain demi kesehatan, juga untuk penampilan tubuh.

Berat badan ideal tidak hanya diperoleh dari berolahraga, tetapi juga dari makanan yang dikonsumsinya. Konsumsi makanan harus dikontrol jika ingin diet berhasil.

Berikut ada 5 jenis diet yang bisa dicoba dilansir dari Warta Kota.

1. Diet Mediterania

Diet ini mengacu dari diet tradisional Yunani, Spanyol, Italia, dan Perancis. Pola makan ini mengonsumsi banyak makanan bergizi seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan lemak sehat. Makanan olahan seperti soda, permen, biji-bijian olahan, dan daging olahan harus dihindari.

Diet Mediterania punya manfaat kesehatan seperti penurunan peradangan. Selain itu, risiko terjangkit penyakit kronis lebih rendah seperti penyakit jantung, diabetes, dan lain-lain.

Menurut penelitian yang diuji kepada 32.000 orang, tidak ada risiko kenaikan berat badan dan lemak perut lebih rendah.

2. Diet Paleo

Diet paleo dianggap diet terbaik untuk membentuk pertumbuhan otot. Pola makan diet paleo berdasarkan pola makan masyarakat pemburu di masa kuno.

Makanan olahan diminimalisir. Kaum pria disarankan mengonsumsi buah-buahan, sayuran, daging, ikan, dan unggas. Biji-bijian, kacang-kacangan, produk susu, dan gula tambahan dibatasi.

Diet protein tinggi bisa membantu meningkatkan massa otot dikombinasikan dengan latihan ketahanan otot.

Peneliti mengungkapkan diet paleo juga meningkatkan komposisi tubuh. Lemak tubuh dan lemak perut menjadi berkurang, serta penurunan berat badan.

3. Diet DASH

Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) merupakan pola makan dirancang untuk menurunkan tingkat tekanan darah dan meningkatkan kesehatan jantung.

Asupan natrium dibatasi dan fokus mengonsumsi makanan padat nutrisi seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan produk susu rendah lemak.

DASH dapat menurunkan kadar sistolik dan tekanan darah astolic (angka atas dan bawah) serta kolesterol total, dan kolesterol LDL (jahat) yang menjadi faktor risiko penyakit jantung.

Penelitian lain menunjukkan, DASH dikaitkan penurunan risiko penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe 2.

4. Diet Rendah Karbohidrat

Diet rendah karbohidrat berfokus pembatasan jumlah karbohidrat yang dikonsumsi. Makanan dengan karbohidrat tinggi yaitu pasta, roti, dan camilan.

Porsi makan karbohidrat dikurangi menjadi kurang dari 130 gram per hari atau sekitar 26 persen dari total kalori harian.

Studi menunjukkan bahwa mengikuti diet kontrol karbohidrat dapat membantu meningkatkan manajemen gula darah pada orang dengan diabetes tipe 2.

5. Puasa Intermiten

Puasa intermiten adalah pola makan yang menggabungkan periode makan dan puasa. Banyak versi puasa intermiten, tetapi model 16/8 paling populer.

Pola 16/8 mewajibkan membatasi asupan makan hingga 8 jam saat siang hari. Puasa intermiten adalah pilihan bagus untuk pria usia kuliah, karena pola makan paling sederhana, nyaman, dan terjangkau.

Penelitian menunjukkan, intermiten dapat menurunkan berat badan dan lemak tubuh. Selain itu, secara alami dapat meningkatkan kadar hormon pertumbuhan, meningkatkan kekuatan otot, dan memperbaiki komposisi tubuh.

(Shavna Dewati Setiawan | Warta Kota)

(Aktual Academy)