Tim rukyatul hilal Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) meneropong posisi bulan (hilal) guna menentukan 1 Ramadan 1436 H, di Pantai Ambat, Tlanakan, Pamekasan, Jatim, Selasa (16/6). Tim gagal melihat hilal karena tertutup awan sehingga penentuan 1 Ramadan 1436 H akan ditetapkan pemerintah melalui sidang isbat. ANTARA FOTO/Saiful Bahri/Asf/kye/15.

Jakarta, Aktual.com – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Sidang Isbat penetapan awal Zulhijjah 1447 Hijriah pada Minggu (17/5/2026). Sidang ini menjadi rujukan resmi pemerintah dalam menentukan awal bulan Zulhijjah sekaligus menetapkan Hari Raya Idul Adha tahun ini.

Sidang isbat dilaksanakan di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta, bertepatan dengan 29 Zulkaidah 1447 H. Rangkaian kegiatan dibagi dalam tiga sesi, yakni seminar posisi hilal pada pukul 16.30 WIB yang terbuka untuk umum, sidang isbat tertutup setelah salat Magrib, serta konferensi pers hasil sidang pada pukul 19.00 WIB.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menegaskan bahwa sidang isbat merupakan forum penting dalam memastikan penetapan awal bulan Hijriah dilakukan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Pelaksanaan rukyatulhilal bukan hanya agenda rutin tahunan, tetapi bagian dari pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Karena itu, koordinasi lintas lembaga terus diperkuat,” ujar Arsad.

Ia menjelaskan, pemantauan hilal dilakukan di 88 titik di seluruh Indonesia dengan melibatkan berbagai pihak, seperti BMKG, Pengadilan Agama, serta organisasi masyarakat Islam.

Menurutnya, pemerintah tetap mengedepankan mekanisme musyawarah melalui sidang isbat sebagai ciri khas Indonesia dalam mengelola perbedaan pandangan keagamaan secara moderat dan dialogis.

“Pemerintah memiliki dasar hisab dan kriteria imkanur rukyat MABIMS, namun seluruh data dibahas bersama sebelum diumumkan agar menjadi rujukan bersama,” jelasnya.

Arsad menambahkan, pelaksanaan sidang isbat tahun ini juga mengacu pada PMA Nomor 1 Tahun 2026 yang memperkuat tata kelola penetapan awal bulan Hijriah dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari ormas Islam, pakar falak, akademisi, hingga lembaga negara.

Sejumlah daerah juga telah melaporkan kesiapan pelaksanaan rukyatulhilal, di antaranya Sulawesi Selatan, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Barat, serta wilayah lain di kawasan timur Indonesia.

Hasil sidang isbat nantinya akan menjadi acuan resmi pemerintah dalam penetapan Idul Adha 1447 H yang ditunggu masyarakat Muslim di seluruh Indonesia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi