Mudir JATMAN DKI Jakarta KH. Muhammad Danial Nafis, dalam Haul Musnidul ‘Ashr Syeikh Muhammad Yasin bin Muhammad Isa Al-Fadani di Zawiyah wa Ma’had Arraudhah Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (17/8). Haul Syeikh Muhammad Yasin, menjadi agenda rutinitas setiap tahun yang digelar oleh Zawiyah Arraudhah Ihsan Foundation bersama Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN). Foto: AKTUAL / WARNOTO
Mudir JATMAN DKI Jakarta KH. Muhammad Danial Nafis, dalam Haul Musnidul ‘Ashr Syeikh Muhammad Yasin bin Muhammad Isa Al-Fadani di Zawiyah wa Ma’had Arraudhah Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (17/8). Haul Syeikh Muhammad Yasin, menjadi agenda rutinitas setiap tahun yang digelar oleh Zawiyah Arraudhah Ihsan Foundation bersama Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (JATMAN). Foto: AKTUAL / WARNOTO

Jakarta, aktual.com – KH. Muhammad Danial Nafis pada pengajian Sirrul Asrar menjelaskan bahwa banyak sekali peristiwa dan berbagai pelajaran yang justru datang melalui mimpi.

Hal tersebut telah Allah Swt firmankan dalam surat al-Fath: 27

لَّقَدْ صَدَقَ ٱللَّهُ رَسُولَهُ ٱلرُّءْيَا بِٱلْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ ٱلْمَسْجِدَ ٱلْحَرَامَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ

“Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman,” (Al-Fath: 27)

“Bahwa yang namanya berita-berita langit itu biasa hadir di dalam mimpi. Mimpi itu adalah Busyra (berita gembira), yaitu sebuah gambaran yang Allah Swt berikan untuk seorang hamba,” ucapnya.

Salah satu Busyra yang akan didapatkan oleh seorang hamba terutama Salik yaitu mimpi bertemu dengan Rasulullah Saw.

Bertemu dengan Rasulullah Saw melalui mimpi merupakan suatu hal yang benar-benar, sebagaimana Rasulullah Saw bersabda,

من رٱني فقد رٱني حقا فإن الشيطان لا يتمثل بي و بمن اتبعني

“Orang yang mimpi melihatku, ia sungguh melihatku, sebab setan tidak bisa menyerupaiku dan menyerupai orang-orang yang mengikutiku,”

Yang dimaksud dengan ‘Orang-orang yang mengikuti’ yaitu orang yang mengikuti Rasulullah Saw dengan cahaya syariat, tarekat, makrifat dan cahaya hakikat beserta basirahnya.

Selain itu, Kyai Nafis mengatakan bahwa seseorang yang selama hidupnya tidak pernah berjumpa dengan Rasulullah Saw melalui mimpi tidak akan sempurna imannya terutama seorang ahli Thoriqah

“Tidak sempurna iman seseorang selama hidupnya tidak pernah jumpa Rasulullah Saw,” ucapnya.

Seorang ahli Thoriqah itu wajib bertemu dengan Rasulullah Saw, akan tetapi jangan berharap-harap bertemu melainkan cukup diyakini bahwa suatu saat pasti akan bertemu dengan Rasulullah.

“Wajib kita harus ketemu kepada Rasulullah Saw tapi jangan berharap-harap, karena pasti nanti akan ditemukan, mimpi Rasulullah Saw bukan karena banyaknya amal. Tapi yakinilah, pasti kita akan bertemu dengan Rasulullah melalui jalur thoriqoh ini,” ucapnya

(Rizky Zulkarnain)