Brussels, Aktual.com – Potensi kematian pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny, yang sekarang dipenjara di Rusia, akan menjadi tragedi dan akan melukai hubungan Rusia dengan seluruh dunia dan dengan Amerika Serikat, kata Presiden AS Joe Biden, Senin (15/6).

Biden, yang akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pada  Rabu (16/6) di Jenewa, mengatakan dia akan menjelaskan kepada Putin bahwa ada area di mana kerja sama dimungkinkan jika Moskow menginginkannya, tetapi Amerika Serikat siap untuk merespons dengan baik jika menghadapi tindakan agresif Rusia.

“Kematian Navalny akan menjadi indikasi lain bahwa Rusia memiliki sedikit atau tidak ada niat untuk mematuhi hak asasi manusia yang mendasar, itu akan menjadi tragedi, serta melukai hubungan dengan seluruh dunia, dan saya,” kata Biden.

Sebelumnya Kritikus Kremlin, Alexei Navalny, mengatakan dia telah diberi tahu di penjara tentang tiga penyelidikan kriminal baru terhadapnya, menurut sebuah unggahan di akun Instagram-nya yang disiarkan pada Selasa.

Navalny mengatakan dia telah mengetahui tentang kasus-kasus itu dari seorang penyelidik yang mengunjunginya di tahanan pada Senin (24/5).

“Saya menjadi penjahat yang lebih keras setiap hari. Jadi jangan mengira saya hanya duduk di sel, minum teh, dan tidak melakukan apa-apa,” canda Navalny dalam unggahan di Instagram tersebut.

Dia mengatakan penyidik sedang menjalankan investigasi tentang pencurian sumbangan dari FBK, yayasannya di bidang antikorupsi, juga soal pendirian sebuah organisasi yang melanggar hak asasi manusia, dan tindakan penghinaan terhadap hakim.

Komite Investigasi Rusia sebelumnya mengatakan telah membuka kasus yang melibatkan FBK dan pelanggaran hak asasi manusia terhadap Navalny dan para sekutunya.

Pada Februari tahun ini, seorang jaksa penuntut meminta Komite Investigasi Rusia untuk memeriksa apakah pernyataan Navalny selama salah satu persidangannya dapat memenuhi syarat sebagai penghinaan terhadap hakim. (Reuters)

(As'ad Syamsul Abidin)