ilustrasi startup (istimewa)

Jakarta, Aktual.com – Tiga perusahaan starup seperti Grab, Gojek dan Traveloka yang berada di Indonesia belum masuk dalam hitungan investasi dalam negeri.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan bahwa perusahaan startup tersebut belum ada investasi yang langsung masuk ke perusahaan startup yang beroperasi di Indonesia, justru perusahaan starup tersebut masuk ke perusahaan induk startup di Singapura.

“Jadi yang sedikit membingungkan ada pengumuman bahwa Grab akan investasi lagi sekian dan Gojek baru dapat fundraising, tapi tidak nongol dalam arus modal masuk dalam bentuk investasi. Jawabannya masuk berbentuk investasi ke Singapura, induknya,” ujarnya ditulis Rabu (31/7).

Dikatakan Thomas bahwa fakta itu terkuak setelah hasil riset Google dan Temasek yang dalam laporannya menyebutkan bahwa investasi ke tiga startup itu masuk ke perusahaan inti di Singapura.

“Malah empat unicorn kita diklaim sebagai unicorn mereka. Di laporan disebutkan Indonesia ada nol dan Singapura empat,” paparnya.

(Abdul Hamid)