Korban meninggal dunia bernama Ukar (54), sedangkan korban luka-luka akibat sambaran petir yakni Alfian (27), Aseh (30), Kiki Ramadhan (16), Umar (64), Yati (55), Inom (68) dan Rendi (24).

Para korban terkena sambaran petir saat menyaksikan pertandingan sepakbola di lokasi kejadian. Petir menyambar sebuah pohon yang berada di sebelah ujung lapangan.

“Ketiga terjadi hujan ekstrim yang ditandai petir, sebaiknya berlindung di tempat yang aman, menghindari tempat seperti lapangan, di bawah papan reklame, sangat rawan karena menjadi titik sambar petir,” kata Hadi.

Menurut Hadi, Bogor merupakan wilayah yang cukup banyak petirnya. Sehari bisa menyambar 100 kali, terutama di musim peralihan intensitasnya tinggi.

“Pentir menyambar tidak hanya dari awan ke darat, tapi juga dari awan ke awan,” katanya.

Untuk mengantisipasi hujan ekstrim, lanjutnya, biasanya ditandai dengan suara petir terlebih dahulu. Jika sudah muncul petir, sebaiknya warga diimbau mencari perlindungan tidak di bawah pohon, papan reklame ataupun lapangan.