Asap membumbung tinggi dari kebakaran lahan gambut di Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Kamis (23/2). Daerah pesisir Provinsi Riau sangat rawan terjadi kebakaran lahan karena rendahnya curah hujan dan pembukaan lahan dengan membakar untuk perkebunan kelapa sawit. ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc/17.

Pekanbaru, Aktual.com – Jumlah titik panas yang jadi indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera naik jadi 543, dan menyebabkan Kota Pekanbaru pada Jumat pagi ini kembali diselimuti kabut asap.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru pada Jumat (11/10) pagi satelit Terra dan Aqua mendeteksi kenaikan jumlah titik panas dibandingkan sehari sebelumnya. Pada Kamis sore (10/10), jumlah titik panas mencapai 405 sedangkan pada Jumat pagi naik menjadi 543 titik.

Titik panas paling bayak di Provinsi Sumatera Selatan, yakni ada 310 titik. KemudiaN di Lampung ada 96 titik, Jambi 86 titik, Bangka Belitung 35 titik dan Bengkulu satu titik panas.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno, mengatakan jumlah titik panas di Provinsi Riau ada 15 titik. Lokasinya di Kabupaten Kuansing ada satu titik, Indragiri Hilir (Inhil) 4, dan Indragiri Hulu (Inhu) ada 10 titik panas.

Dari jumlah itu, ada 10 yang dipastikan titik api karhutla yaitu lokasinya di Kabupaten Inhu ada 8 titik, dan Inhil 2 titik. BMKG juga menyatakan Kota Pekanbaru pada pagi ini diselimuti kabut asap sisa karhutla.

(Abdul Hamid)