Jakarta, Aktual.co —  Raihan, bocah berumur 10 tahun, ditemukan tewas di lubang bekas tambang menganga yang diduga milik perusahaan tambang batubara, PT. Graha Benua Etam (GBE), Kalimantan Timur, pada Senin (22/12).
Berdasarkan siaran pers yang diterima Aktual.co dari Jaringan Advokasi Tambang Kaltim, bocah yang baru dua hari menikmati masa liburan sekolah ini ditemukan tak bernyawa setelah dievakuasi dari dalam lubang bekas tambang sedalaman 8 meter. Proses evakuasi dilakukan sekitar pukul 17.30 Wita, yang dibantu oleh BNPB dan Tim SAR. Diperkirakan, korban tewas sudah sejak pukul 14.00 Wita.
Rahmawati (37), ibunda korban, tak kuasa menahan tangis atas kepergian anaknya yang mendadak. Menurutnya, tak ada firasat apapun sebelum Raihan tewas di lubang bekas tambang yang berjarak hanya 50 meter dari pemukiman warga.
Sejumlah warga dan kerabat menceritakan bahwa lubang bekas tambang yang membawa maut tersebut sudah dibiarkan menganga dan terisi air sejak 3 tahun lalu. Menurut Asep (38), salah seorang warga, warga Gang Karya Bersama, Gang M. Tulus dan Gang Saliki juga turut menggunakan air dari lubang bekas tambang yang mirip danau tersebut untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian. 
“sudah 3 bulan ini kami sedot air dengan mesin dan selang di danau bekas tambang itu, karena kalau mengandalkan air sanyo, keruh dan PAM (perusahaan air minum) juga belum terpasang di daerah sini,” kata dia.
Namun, lubang tambang tersebut sering dikeluhkan warga karena jaraknya yang hanya 50 meter dari pemukiman. Pasalnya, banyak anak-anak yang suka bermain di area dekat lubang.

Artikel ini ditulis oleh: