Harga minyak mentah Indonesia naik. (ilustrasi/aktual.com)

Jakarta, Aktual.com – Kebutuhan minyak mentah yang tinggi membuat pemerintah terus menggenjot impor minyak mentah. Sepanjang Desember 2016, lajunya terus meningkat dibanding bulan sebelumnya.

“Sebenarnya dari sisi akumulasi impor migas (minyak dan gas) di Desember 2016 turun 2,13 persen atau US$ 36,7 juta menjadi US$ 1,69 miliar. Tapi impor minyak mentah naik 11,37 persen atau US$ 59,5 juta,” ujar Kepala BPS, Suhariyanto di Jakarta, Senin (16/1).

Sepanjang Desember 2016, impor minyak mentah sebesar US$ 583 juta dibanding bulan sebelumnya yang mencapai US$ 523,5 juta. Tapi sepanjang 2016, impor minyak mentah memang turun dari US$ 8,07 miliar di tahun 2015 menjadi US$ 6,74 miliar.

“Tapi impor migas lainnya memang turun. Seperti impor hasil minyak turun US$ 21 juta atau 2,13 persen. Dan impor gas turun US$ 75,2 juta atau 34,91 persen,” ungkap Kecuk, panggilannya.

Sementara dari sisi ekspor, laju migas naik 11,66 persen, yaitu dari US$ 1,1 miliar menjadi US$ 1,24 miliar. Peningkatan ini disokong oleh ekspor minyak mentah naik 10,67 persen menjadi US$ 443,9 juta.

“Juga ekspor hasil minyak naik 30,69 persen menjadi US$ 91,4 juta dan ekspor gas naik 10,18 persen menjadi US$ 696,4 juta,” pungkas Kecuk.

(Busthomi)

Artikel ini ditulis oleh: