Ilustrasi
Ilustrasi

Balikpapan, aktual.com – Menurunnya kondisi perekonomian dunia di tahun 2017 yang berimbas juga ke Balikpapan menjadi alasan utama pengembang pusat perbelanjaan, pertokoan, dan hotel Balikpapan Superblock (BSB) PT Wulandari Bangun Laksana (WBL) menunggak pajak bumi bangunan (PBB) tahun 2018 dan 2019.

“Turunnya harga minyak dunia pada tahun 2017 membuat ekonomi Indonesia juga menurun, karena aliran investasi ke dalam negeri juga menurun, yang pada akhirnya menurunkan daya beli masyarakat,” jelas Direktur Keuangan WBL Leonardus Sutarman, Kamis [13/2].

BSB menunda kewajiban yang besarnya hingga Rp3 miliar per tahun. Itu menjadi pilihan untuk bertahan.

“Sambil kami tetap pada komitmen awal untuk terus membantu pertumbuhan Kota Balikpapan dengan tetap membangun dan membawa investor dari luar daerah untuk turut berinvestasi di sini,” lanjut Sutarman.

Mal yang dibangun WBL, e-walk, setidaknya berhasil mempertahankan sejumlah tenant untuk tetap berusaha di Kota Minyak dan terus mengembangkannya dengan membangun mal Pentacity dan menyelesaikan proyek hotel dan apartemen. Ini membuat kawasan itu tetap berkontribusi bagi Balikpapan dalam pajak hiburan, pajak hotel, sampai parkir.

“Hotel tersebut, Hotel Astara, baru saja menerima penghargaan dari Pemkot Balikpapan sebagai ‘pembayar pajak terpatuh’,” kata Sutarman lagi.

WBL mulai membangun secara fisik di kawasan Staal Kuda ini pada tahun 2004. Sejak saat itu ribuan orang terlibat dalam berbagai lapangan pekerjaan yang tercipta.

Seperti disampaikan Wakil Ketua DPRD Balikpapan Thohari Aziz awal Februari lampau dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Dinas Pendapatan Daerah dan manajemen BSB, diketahui Balikpapan Superblock menunggak PBB sebesar Rp10,4 miliar untuk tahun 2018, 2019, dan termasuk di dalamnya untuk tahun berjalan 2020 sekarang.

Thohari menuturkan, sebab desakan DPRD, manajemen BSB minta waktu ke direksi untuk bisa mencicil membayar tunggakan tersebut.

“Bila dicicil, maka sesuai Peraturan Wali Kota, maka lama waktu angsuran adalah paling lama 10 bulan untuk 5 kali pembayaran,” papar Thohari.

Sejauh ini, BSB sudah melunasi PBB untuk tahun 2017. Menurut Thohari, PBB 2017 itu lunas pada 15 Januari lalu.

(Eko Priyanto)