Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) saat memberikan sambutan usai menyerahkan benih kelapa secara simbolis di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (3/8). (Foto: Aktual/Arbi Marwan)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) saat memberikan sambutan usai menyerahkan benih kelapa secara simbolis di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (3/8). (Foto: Aktual/Arbi Marwan)

Kubu Raya, Aktual.com Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) RI, Harvick Hasnul Qolbi memastikan bahwa Kementerian Pertanian akan terus bersama petani dalam menghadapi masalah di sektor pertanian. Hal ini disampaikan dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Selasa (3/8) lalu.

Menurutnya, salah satu permasalah sektor pertanian yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR) ialah soal lahan yang berkurang.

“Kami ingin beri kepastian bahwa Kementerian Pertanian tentu akan membela bapak/Ibu menghadapi masalah yang terus menghantui kita. Soal lahan yang terus berkurang ini juga menjadi PR dan saya terus berdiskusi dengan Pak Presiden dan rutin selalu saya sampaikan,” ujar Harvick.

Wamentan pun mendorong agar para petani mau menyekolahkan anaknya di bidang pertanian, sehingga akan ada regenerasi yang dapat melanjutkan usaha pertanian tersebut.

Sebab, jika hal ini tidak dilakukan maka tak menutup kemungkinan lahan untuk usaha pertanian dijual dan mengakibatkan berkurangnya persediaan lahan.

“Bapak-Ibu petani mudah-mudahan tidak kapok. Terus menyekolahkan anaknya tidak di sektor pertanian. Akhirnya lahan yang dimiliki untuk pertanian dijual. Ini tidak bisa dicegah. Kecuali kita lindungi dengan RUTR,” ujar bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.

Namun, untuk membuat profesi petani ini menarik di kalangan milenial, perlu memperhatikan dua aspek. Sehingga apa yang diharapkan oleh Presiden Joko Widodo, yakni petani berdasi, koperasi petani mampu membuat korporasi dapat tercapai.

“Jadi yang pertama soal income. Kemudian trust. Nah, trust ini terkait ketersediaan benih, irigasi, terus juga macam-macam alsintan (alat sistem pertanian), teknologi, walaupun kita sudah banyak sekali teknologi. Saya lihat sendiri bahwa kita juga sudah sangat maju teknologi pertanian. Dan ini saya sampaikan ke Pak Presiden,” tuturnya.

(A. Hilmi)