Berdasarkan data yang diterbitkan BI pagi ini, kurs rupiah berada di angka Rp13.329 per dolar AS, terdepresiasi tipis 0,2% atau 3 poin dari posisi 13.326 kemarin. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,03% atau 4 poin ke Rp13.327 per dolar AS di pasar spot, setelah dibuka dengan penguatan hanya 0,01% atau 1 poin di Rp13.330.‎ AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) pada awal pekan ini dibuka terlihat di zona hijau. USD masih mengalami pelemahan seiring data-data ekonomi global yang terlihat positif.

Mengutip dari Bloomberg, rupiah diperdagangkan dibuka pada level Rp13.320 atau terapresiasi 9,5 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level Rp13.329,5.

Menurut analis pasar uang darii PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, memang di pasar spot valuta asing (valas) global, laju USD berbalik menguat, karena ditopang adanya pertimbangan akan potensi kenaikan suku bunga AS.

“Namun, dengan adanya kenaikan data-data ekonomi di China, pelaku pasar masih mentransaksikan sejumlah mata uang Asia, termasuk rupiah. Sehingga laju rupiah ikut berbalik menguat,” jelas Reza di Jakarta, Senin (15/5).

Selain itu, apresiasi rupiah juga terimbas penguatan EUR setelah sejumlah data-data ekonomi di benua Eropa mengalami kenaikan. “Laju rupiah mampu memanfaatkannya dengan kembali menguat,” lanjut dia.

Menurutnya, sentimen positif dari Asia dan Eropa ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk kembali melanjutkan apresiasinya.

“Ditambah lagi, cenderung stabilnya kondisi dalam negeri dan mulai berkurangnya imbas kondisi politik domestikjuga bisa membantu penguatan rupiah itu,” paparnya.

Meski begitu, Reza meminta, pelaku pasar uang tetap mencermati berbagai sentimen yang dapat berimbas pada pelemahan lanjutan rupiah seperti pekan lalu.

Dirinya memperkirakan, laju rupiah pada hari ini akan bergerak di level support dengan kisaran Rp13.360. “Sedang, untuk level resisten akan berada di rentang Rp13.319,” pungkas Reza.

(Busthomi)

Artikel ini ditulis oleh:

Eka