Puteri Mako dan Kekasihnya

Jakarta, Aktual.com-Cucu tertua Kaisar Akihito dari Jepang, Putri Mako, dikabarkan rela melepaskan status kebangsawanan yang dimilikinya demi menikah dengan seorang pria yang berasal dari luar lingkungan kerajaan.

Dalam waktu dekat, perempuan berusia 25 tahun itu akan bertunangan dengan kekasihnya Kei Komuro, yang bekerja disebuah firma hukum. Keduanya saling berhubungan saat menempuh studi pada 2012 di Universitas Kristen Internasional, Tokyo.

Tetapi hingga kini, Putri Mako belum mau memberikan keterangan resmi terkait pertunangannya.

“Sekarang bukan saatnya bagi saya untuk berkomentar, tapi saya ingin berbicara pada saat yang tepat,” kata Puteri Mako seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/5).

Sementara itu dari pihak Hukum Kerajaan Jepang menyebut, jika seorang putri harus melepaskan status bangsawan setelah menikah dengan rakyat biasa.

Tentu saja keputusan Putri Mako diperkirakan akan memicu polemik tentang keluarga kerajaan.

Bulan Agustus lalu, Kaisar Akihito mengisyaratkan bakal lengser. Saat itu dia mengatakan usianya menghalanginya untuk dapat menjalankan tugas-tugas.

Berdasarkan konstitusi Jepang, seorang kaisar tidak diperbolehkan memiliki kewenangan politik.

Jika kemudian Kaisar Akihito tetap lengser, hanya ada empat calon penerusnya dalam Takhta Seruni. Mereka adalah putra Akihito, putra mahkota Pangeran Naruhito dan Pangeran Fumihito, Pangeran Hisahito (putra Fumihito), dan adik kaisar, Pangeran Masahito.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs