Jakarta, Aktual.co — Di Indonesia, orang bisa marah jika dipanggil dengan sebutan”bahlul,” yang berarti goblok, bodoh, atau tolol. Tetapi di Irak, jika Anda disamakan dengan tokoh Bahlul al-Kufi, Anda boleh bangga karena Bahlul al-Kufi adalah seorang yang alim, berpengetahuan, dan cerdas. Ada penjelasannya, mengapa sebutan “bahlul” –yang memang asal-usulnya berasal dari nama Bahlul al-Kufi— kemudian diasosiasikan dengan “kebodohan.”
Latar belakang sejarah itu dijelaskan oleh Saeful Anwar, warga Indonesia dan lulusan Universitas Al-Azhar, Mesir, yang sudah hampir tiga tahun tinggal di Baghdad, ibukota Irak. Demikian dilaporkan Redaktur Senior Aktual.co, Satrio Arismunandar dari Baghdad, Rabu (4/3).
Menurut Saeful, Bahlul al-kufi yang makamnya terdapat di Baghdad, adalah seorang yang cerdas dan bijak. Penggunaan kata “al-kufi” karena ia memang lahir di Kufah, Irak selatan. Bahlul adalah saudara sepupu dengan Khalifah Harun al-Rasyid.
Karena Bahlul ini tokoh hebat, Harun al-Rasyid khawatir ia akan dilengserkan dari kekuasaan oleh saudara sepupunya tersebut. Maka Harun al-Rayid pun mengejar, mengincar, memburu, dan mau membunuh Bahlul. Banyak anggota keluarga Bahlul yang terbunuh.
Melihat gelagat perilaku Harun al-Rasyid, Bahlul pun mentololkan diri, berpura-pura jadi orang tolol dan gila, untuk menyelamatkan nyawanya. Percaya bahwa Bahlul sudah jadi gila, Harun al-Rasyid pun mengurungkan niatnya membunuh Bahlul. “Dalam sejarahnya, sampai saat ia wafat, Bahlul tetap dalam kondisi berpura-pura tolol dan gila. Itulah sebabnya, nama Bahlul lalu diidentikkan dengan kebodohan,” ujar Saeful.
Artikel ini ditulis oleh:

















