Beranda Khazanah Dunia Islam Di Majalengka, Siswa Madrasah Bikin Mushtech untuk Bantu Petani Jamur Tiram

Di Majalengka, Siswa Madrasah Bikin Mushtech untuk Bantu Petani Jamur Tiram

Petani jamur tiram saat akan panen di tempat bididaya jamur di kawasan Pandansari, Gadog, Bogor, Senin (20/3). Petani jamur memanen sebanyak 40 kilogram jamur dengan harga jual Rp 10 ribu/kg. Hasil panennya kemudian dipasarkan ke wilayah Bogor dan Jakarta. AKTUAL/Tino Oktaviano
Petani jamur tiram saat akan panen di tempat bididaya jamur di kawasan Pandansari, Gadog, Bogor, Senin (20/3). Petani jamur memanen sebanyak 40 kilogram jamur dengan harga jual Rp 10 ribu/kg. Hasil panennya kemudian dipasarkan ke wilayah Bogor dan Jakarta. AKTUAL/Tino Oktaviano

Majalengka, aktual.com – Sejumlah siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Majalengka yang mengikuti program inkubasi Akademi Madrasah Digital (AMD), berhasil mengembangkan Solusi IoT Mushtech untuk mendukung budidaya pertanian jamur tiram di sana. Mushtech yang dibangun di Lab IoT X-Camp milik XL Axiata ini, secara khusus ditujukan untuk petani jamur tiram yang ingin meningkatkan produksi dan kualitas hasil.

Proyek pengembangan solusi Mushtech ini  melibatkan MAN 2 Majalengka, peserta Akademi Madrasah Digital asal Kabupaten Majelengka, Jawa Barat, yang mencetuskan ide tersebut pertama kali. Dalam proses pengembangan, para siswa mengumpulkan problem statement dari pembudidaya jamur tiram. Data dan informasi yang mereka dapatkan, kemudian menjadi rujukan dalam proses inkubasi di X-Camp. Mulai dari prototyping produk hingga menjadi solusi yang bisa diterapkan oleh para petani dan industri terkait.

“Secara umum Mushtech dapat digolongkan sebagai teknologi yang mendukung Precision Agriculture, sehingga bisa dimanfaatkan untuk budidaya tani yang memerlukan keakuratan kondisi lingkungan. Desain dari Mushtech secara khusus ditujukan untuk petani jamur tiram yang ingin meningkatkan produksi dan kualitas hasil usahanya melalui bantuan teknologi khususnya dengan menggunakan teknologi IoT,” ujar Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, sebagai pihak yang ikut dalam pengembangan teknologi ini, di Majalengka, Sabtu (17/9) kemarin.

Saat ini, Mushtech sudah digunakan oleh petani jamur di Majalengka, Jawa Barat. Selama kurang lebih 3 bulan, hasil dari penerapan teknologi IoT ini mendapat apresiasi positif dari para petani yang menggunakan. Selain bertani jamur, para petani dapat melakukan aktivitas yang lain. Melalui solusi ini, petani tersebut juga dapat memantau situasi kumbung jamur dari tempatnya bekerja serta memastikan suhu dan kelembapan kumbung jamur terjaga melalui handphone yang mereka miliki.

Dari sisi teknikal, lanjut Gede, Mushtech terdiri dari berbagai komponen seperti hardware, firmware, IoT platform dan software. Bagian hardware ini berfungsi untuk mendapatkan data-data sensor atau untuk menjalankan aktuator tertentu, seperti mengaktifkan pompa untuk menyemprotkan air melalui nozzle. Sensor yang digunakan untuk solusi Mustech ini terdiri dari sensor temperatur, sensor kelembapan serta sensor intensitas cahaya.

Dikutip dari situs Kemenag, data dari sensor kemudian dikirimkan melalui jaringan selular 4G ke platform IoT milik XL Axiata yang dikenal dengan FlexIoT. Selain berfungsi untuk menyimpan data-data sensor dalam sebuah database, FlexIoT juga berfungsi sebagai penyedia protokol IoT hingga menyediakan fitur keamanan jaringan serta manajemen perangkat.

Data yang berasal dari sensor tersebut kemudian diolah menjadi informasi yang dapat ditampilkan pada user interface berupa dashboard. Dashboard berfungsi menampilkan berbagai informasi yang diolah berdasarkan data-data dari sensor. Lebih jauh, di dalam dashboard yang dapat berbentuk website atau aplikasi mobile ini nantinya disertakan juga fungsi-fungsi yang digunakan untuk mengontrol aktuator. Data atau informasi yang dihasilkan ini nantinya dapat diolah lebih lanjut untuk kebutuhan analisa, tren dan pengamatan pola yang dapat digunakan oleh para petani untuk bekerja secara lebih efektif dan efisien.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Moh. Isom, mengapresiasi inovasi MAN 2 Majalengka yang dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga bermanfaat bagi petani.

“Bangsa ini membutuhkan talenta-talenta muda madrasah yang mampu mewujudkan transformasi digital di tengah-tengah pusaran business Internet of Things dan Industri 4.0 di Indonesia. Ciptakan karya dan inovasi solusi digital ini sebagai wujud kemandirian dalam berprestasi bagi anak-anak madrasah,” ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara dunia usaha dengan dunia pendidikan khususnya madrasah menjadi segitiga emas pendidikan yang akan berkesinambungan.

”Apa yang dilakukan Direktorat KSKK Madrasah bersama XL Axiata merupakan upaya memberikan kontribusi bagi masyarakat dengan menginvestasikan Sumber Daya Manusia unggul bidang sains, teknologi dan solusi digital bagi bangsa ini di masa depan melalui Program Akademi Madrasah Digital,” tandasnya.

(Megel Jekson)