Jakarta, Aktual.co —Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dalam upaya mempercepat penanganan bencana kebakaran di daerah setempat.
“Meningkatnya pemahaman masyarakat akan mampu mempercepat pemadaman pertama yang dilakukan warga di setiap kawasan,” kata Kasi Operasi Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat Sudarno saat ditemui di Kantornya di Jakarta, Kamis (16/10).
Ia menjelaskan, peningkatan pemahaman itu seperti cara pemanfaatan alat-alat pemadam kebaran sepeti tabung pemadam api ringan di RT-RW dan pemadam kebakaran motor di setiap kelurahan.
“Berbagai alat pemadam kebakaran yang ada di kawasan itu dapat dimanfaatkan untuk tindakan pertama sebelum datangnnya petugas,” katanya.
Sudarno mengatakan peningkatan sosialisasi kepada seluruh masyarakat setiap tahunnya itu juga sebagai upaya mempersiapkan masyarakat dapat bergerak cepat jika sewaktu-waktu musibah itu datang.
“Memang setiap kebakaran yang terjadi peran serta masyarakat selalu ada dan dengan meningkatnya pemahaman maka akan makin cepat penanganan yang dapat dilakukan,” katanya.
Data Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat menyebutkan jumlah kasus kebakaran sepanjang tahun 2013 berjumlah 134 kali dengan kurugian ditaksir Rp26 miliar dan dari medio Januari-Mei 2014 musibah kebakaran di wilayah itu terjadi 44 kali dengan kerugian Rp9,7 miliar.
Ia mengatakan pihaknya juga terus melakukan pelatihan kepada anggota bantuan sukarela kebakaran (Balakar) yang bekerja tanpa ada bayaran dalam penanganan musibah kebakaran di setiap kawasan.
“Kedepan kita berharap para Balakar tersebut juga mendapat perhatian,” kata Sudarno.
Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat memiliki personil berjumlah 462 orang. Personil itu dibagi dalam dua grup yakni A dan B dengan setiap grup jaga berjumlah 154 personil piket setiap harinya.

()

(Andy Abdul Hamid)