Denpasar, Aktual.com —  Dinas Kebudayaan Provinsi Bali memutuskan untuk tidak memberikan rekomendasi pengambilan gambar film Engeline.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha, Kamis (28/1). Ia menuturkan, PT Citra Visual Cinema telah mengajukan izin rekomendasi kepada institusinya terkait pembuatan film Engeline.

“Pengajuan izinnya kami terima melalui surat sekitar pertengahan Januari lalu,” kata Beratha.

Sebelum memberikan izin rekomendasi, Beratha mengaku telah meminta pendapat semua dinas dan lembaga terkait seperti Dinas Sosial, kepolisian, Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A), LBH Bali dan LPA Bali mengenai hal tersebut.

Berdasarkan masukan seluruh stakeholder yang hadir, diputuskan untuk menolak mengeluarkan izin rekomendasi hingga kasus pembunuhan Engeline memiliki kekuatan hukum tetap.

“Setelah kita menyerap aspirasi dari semua unsur terkait menyatakan menolak untuk memberikan rekomendasi kepada PT Citra Visual Cinema untuk membuat film Engeline sampai dengan keputusan hukum tetap,” ujarnya.

Ia mengaku akan segera mengirimkan surat penolakan itu kepada PT Citra Visual Cinema dalam waktu dekat. Salah satu alasan penolakan lantaran kasus pembunuhan bocah delapan tahun itu menyita perhatian masyarakat tak hanya di dalam negeri, namun juga dunia internasional.

“Kita tidak mau ambil resiko agar tidak menjadi preseden buruk bagi Bali. Ini kasus yang mendunia dan proses hukum masih berjalan. Lembaga terkait lainnya belum memberikan sinyal. Makanya kami juga tidak memberikan rekomendasi untuk melakukan shooting di Bali,” jelas Beratha.

“Kalau ditonton secara nasional dan orang tahu kalau itu di Bali, maka dampaknya sangat besar,” tambah dia.

Beratha juga mengaku telah berkoordinasi dengan Komnas Perlindungan Anak. Hasil komunikasinya dengan Arist Merdeka Sirait, didapati juga lembaga non-pemerintah itu belum memberikan izin rekomendasi terhadap film tersebut.

Sampai hari ini, Beratha melanjutkan, Komnas Perlindungan Anak belum memberikan dukungan terhadap rencana pembuatan film Engeline.

Mereka akan memberikan dukungan jika film Engeline dibuat true story, membangun edukasi kepada masyarakat tentang gerakan perlindungan anak, khususnya gerakan anti-kekerasan terhadap anak dan pembuatan film Engeline dibuat setelah ada keputusan hukum yang tetap.

Artikel ini ditulis oleh: