Petani memilah gabah hasil panen di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Selasa(14/11/2017). Sebagai upaya mengantisipasi paceklik, Kementerian Pertanian menargetkan panen padi pada musim ketiga yakni mulai Oktober hingga Desember 2017 mencapai 1 juta ha per bulan dengan beras yang dihasilkan mencapai 3 juta ton per bulan. AKTUAL/Munzir

Kendari, Aktual.com – 

Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sulawesi Tenggara mengatakan panen raya padi di provinsi ini diperkirakan pada bulan Februari 2018.

“Masa panen raya diperkirakan puncaknya pada akhir Februari 2018. Jadi wajar kalau permintaan beras saat ini meningkat sehingga bisa memicu kenaikan harga,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Sultra, Muhammad Nasir, di Kendari, ditulis Senin (15/1).

Ia mengatakan berdasarkan informasi dari beberapa daerah sumber produksi padi seperti Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Bombana, Kolaka Timur dan Kolaka bahwa kondisi saat ini menungu panen raya.

“Kalau daerah ini sudah lakukan panen raya, maka stok beras pasti membludak, sehingga bukan lagi melakukan operasi pasar, tetapi Bulog melakukan pengadaan atau penyerapan beras lokal,” katanya.

Ia mengatakan, keputusan pemerintah melalui Bulog untuk melakukan operasi pasar beras khusus medium saat ini adalah langkah yang tepat.

“Karena pemerintah sudah membaca bahwa ada gejolak akan naik harga beras maka segera keluarkan kebijakan lakukan operasi pasar untuk menekan harga,” katanya.

Menurut dia, operasi pasar beras itu hanya akan efektif sampai Maret, setelah itu tidak akan lagi karena stok padi saat itu sudah melimpah.

 

Ant.

()