Jakarta, Aktual.co — Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial pada Dinas Sosial DKI Jakarta, Prayitno mengatakan dalam satu hari pihaknya bisa melakukan penertiban gelandangan dan pengemis (gepeng) rata-rata sebanyak tujuh hingga 10 orang.
“Setiap razia gepeng di wilayah DKI Jakarta rata-rata tujuh hingga sepuluh orang yang berhasil kami tertibkan,” kata Prayitno di Jakarta, Kamis (6/11).
Para gepeng yang berhasil ditertibkan itu langsung diamankan dan dibawa ke Dinas Sosial untuk dilakukan pendataan dan bisa juga langsung dibawa menuju panti sesuai dengan jenis gepeng itu sendiri.
Usai dilakukan pendataan mereka akan menjalani rehabilitasi atau pembinaan di panti agar diketahui latar belakang masalah kenapa mereka sampai mau menjadi gepeng.
“Kami dalam melakukan pembinaan terhadap gepeng yang ditertibkan itu selalu melihat latar belakang permasalahan yang mereka hadapi,” tuturnya kepada Antara.
Dikatakannya, ada 15 titik rawan gepeng, yang semua itu berada di lima wilayah Jakarta diantaranya Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta, Selatan dan Jakarta Utara.
Lanjutnya, 15 titik rawan itu diantaranya, berada Perempatan Senen, Perempatan Galur, Perempatan Cempaka Putih, Kelapa Gading, Sudirman dan lainnya.
“Sekali lagi kami katakan dalam setiap harinya kami mendapatkan hasil dari penertiban itu dan gepeng yang ditertibkan dan diamankan itu akan dilakukan pembinaan untuk mengetahui latar belakangnya,” ucapnya.
Berdasarkan data Dinas Sosial DKI Jakarta, ada sekitar 4.893 gepeng yang ditertibkan di Jakarta dan semua itu hasil dari kerja sama Dinas Sosial dan satuan fungsi lainnya.
Bukan itu saja Dinas Sosial DKI Jakarta hingga Oktober 2014 telah melakukan pemulangan terhadap 1.116 orang gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang tertangkap dalam razia.

(Andy Abdul Hamid)