Jakarta, Aktual.co — Barisan Elemen Mahasiswa Makassar menyebut Wali Kota Makassar mengerahkan preman untuk membubarkan unjuk rasa mahasiswa di depan gedung Balai Kota, Makassar, Senin (1/12).
“Danny (Wali Kota) kali ini bertindak represif, menindas mahasiswa. Empat teman kami dipukuli dari balai kota,” kata Koordinator lapangan BEMM, Adiatama.
Dia menambahkan, BEMM melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM. Namun saat aksi, Wali Kota tak meladeni mahasiswa dan Satpol PP bersama preman menganiaya beberapa mahasiswa.
Disebutkan, keempat mahasiswa yang menjadi korban adalah Furqan dari UIT, Ampang dari UVRI, Ilhamudin Unismuh, dan Dirga dari STMIK Dipanegara.
Artikel ini ditulis oleh:

















