Surabaya, Aktual.com – Distribusi Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Jawa Timur belum merata. Hingga pertengahan April 2016, sejumlah warga miskin di Surabaya masih ada yang belum mendapat KIS. Padahal target tepat sasaran 100 persen seharusnya sudah terealisasi paling lambat Maret lalu.

Kepala BPJS Kesehatan Divisi Regional VII Jawa Timur Mulyo Wibowo mengatakan berdasarkan SK Menteri Sosial, penerima KIS- Penerima Bantuan Iuran (KIS-PBI) di Jawa Timur berjumlah 14.993.781 jiwa. Namun sampai tanggal 18 April 2016, KIS-PBI yang tercetak berjumlah 13.556.346 lembar. Itu pun yang terdistribusi baru 12.361.242 lembar.

Alasan dia, ada return pengembalian berjumlah 609.830 lembar. “Dikarenakan yang bersangkutan atau yang berhak menerima sudah pindah, bahkan ada yang meninggal,” kata Mulyo, di Surabaya, Rabu (20/4).

Diakui Mulyo, memang ada kendala di proses pendistribusian KIS. Di antaranya ketidaksesuaian nama dan alamat yang tidak valid, juga ada yang tidak tepat sasaran. Misal, masih ada warga miskin yang tidak mendapat kartu. Bahkan ditemukan indikasi penyalahgunaan kartu KIS oleh pihak yang tidak berwenang.

“Untuk penyalahgunaan memang belum ada tindakan, hanya edukasi saja agar tidak terulang lagi. Namun, ke depannya adalah akan dijerat tindak pidana.” lanjutnya.

Oleh sebab itu, BPJS berencana melakukan kerja sama dengan pihak kepolisian setempat untuk dapat menindak oknum-oknum yang menyalahgunakan kartu KIS. Posko pengaduan juga sudah didirikan, sekaligus sebagai tempat monitoring distribusi KIS-PBI melalui aplikasi e-preformence untuk melakukan monitoring hasil entry data ‘distribusi end user’.

()