Jakarta, Aktual.co — Ketua DPRD Bangkalan, Fuad Amin Imron mengaku yakin bahwa parti Gerindra akan memberi bantuan hukum atas kasus yang menjeratnya. Pasalnya, Fuad merupakan ketua DPC Gerindra Bangkalan.
“Pasti, pasti,” ujar Fuad saat menjalani pemeriksaan perdananya di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (3/12).
Sementara itu sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria masih mempertimbangkan untuk memberikan bantuan hukum kepad Fuad Amin. Ia mengatakan tertangkapnya Fuad tantangan buat partai besutan Prabowo Subianto dalam menjaga integritasnya.
“Tentu Partai Gerindra punya lembaga bantuan hukum dan bantu kader yang bermasalah. Tapi tentu akan dipertimbangkan jika kasus korupsi apakah dibantu atau tidak,” kata dia di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (2/12).
Seperti diketahui, Ketua DPRD Bangkalan Fuad Amin Imron ditangkap tim KPK dalam operasi tangkap tangan di rumahnya di Jalan Raya Saksak, Kelurahan Kraton, Bangkalan, Madura, Selasa (2/12/2014) sekitar pukul 00.30 WIB.
Fuad adalah ayah Bupati Bangkalan saat ini, Moh Makmun Ibnu Fuad. Fuad Amin ditangkap tim KPK dalam kasus dugaan suap suplai gas dari Direktur PT Media Karya Sentosa, Antonio Bambang Djatmiko. Sejumlah barang bukti disita dan diamankan saat penangkapan berupa satu koper ukuran besar berisi uang, tiga tas ukuran besar berisi uang dan surat-surat berharga.
Penangkapan dan penggeledahan berlangsung 30 menit dan selanjutnya pukul 01.00 WIB Fuad Amin dibawa ke Surabaya. Kemudian dilanjutkan menuju Jakarta dengan dikawal Satlantas Polres Bangkalan. Saat penangkapan, 1 Unit dariSatuan Intel dan 1 Unit Satuan Reskrim ikut mengamankan orang yang sangat berpengaruh di Pulau Madura ini.
Artikel ini ditulis oleh:
Nebby
















