Penyandang disabilitas menata mainan edukasi berbahan kayu yang siap dipasarkan di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (3/1). Mainan eduksasi untuk pelajar tingkat paud maupun taman kanak-kanak berbahan baku kayu karya difabel yang dipasarkan ke sejumlah daerah di Indonesia itu dijual dengan harga Rp30.000 hingga Rp150.000 per unit tergantung model. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/foc/17.

Jakarta, Aktual.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprioritaskan taman agar dapat diakses oleh semua masyarakat terutama penyandang disabilitas.

“Contohnya, Taman Grande, selain untuk transit, juga mendukung untuk Ruang Terbuka Hijau, TH , penuh sarana bermain, termasuk dapat diakses siapa pun termasuk penyandang disabilitas,” kata Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta Suzi Marsitawati, Rabu (16/10).

Selain itu, juga Taman Puring dan Taman Mataram yang keduanya berlokasi di Jakarta Selatan.

Dikatakan juga, selain sebagai tempat transit yang nyaman bagi pejalan kaki, Taman Grande nantinya tetap difungsikan menjadi lahan retensi air.

Revitalisasi kedua taman yang dimulai pada 16 Agustus 2019 itu ditargetkan akan selesai pada akhir Desember tahun ini bersamaan dengan pembangunan Taman Kota bernama Taman Maju Bersama yang dibangun di 53 titik di Ibu Kota Jakarta.

(Abdul Hamid)