Jakarta, Aktual.com – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mengapresiasi mundurnya Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI, Letnan Jenderal TNI Yudi Abrimantyo, terkait kasus penyerangan air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Ia menilai keputusan itu menjadi contoh tanggung jawab moral yang baik.
“Ini menjadi contoh yang baik dan semoga bisa ditiru oleh kita semua,” ujar TB Hasanuddin dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/03/2026).
Politikus PDI Perjuangan itu memuji sikap Yudi Abrimantyo yang mengambil tanggung jawab atas pelanggaran yang dilakukan bawahannya, sekaligus menunjukkan integritas dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas.
Meski demikian, TB Hasanuddin menegaskan bahwa pengunduran diri Kabais tidak boleh menghentikan proses penegakan hukum. Ia menambahkan bahwa pengusutan perlu mencakup tidak hanya pelaku di lapangan, tetapi juga aktor yang merancang atau berada di balik peristiwa tersebut.
“Ini penting agar tidak menimbulkan pertanyaan dan kekecewaan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Politikus senior itu juga menekankan peran DPR dalam pengawasan, termasuk melalui tim atau mekanisme pengawasan intelijen, untuk memastikan kasus ini jelas dan terbuka bagi publik.
Sebelumnya, Markas Besar TNI menyampaikan bahwa jabatan Kabais yang dijabat Letjen TNI Yudi Abrimantyo telah diserahkan. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI, Mayjen TNI Aulia Dwi Nasrullah, mengatakan,
“Sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais.” Namun, pihak TNI belum menjelaskan secara rinci pengganti Kabais yang baru maupun detail lainnya terkait kasus tersebut.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka Permadhi

















