Padang, aktual.com – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Suwirpen Suib meminta masyarakat mengantisipasi terjadinya kasus ginjal akut pada anak yang tengah marak terjadi di daerah itu.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengambil risiko mengkonsumsi obat-obatan jenis sirup untuk anak-anak dalam sementara waktu,” kata dia di Padang, Jumat (21/10).

Menurut dia hal ini bertujuan untuk mengantisipasi meningkatnya kematian dari kasus gagal ginjal akut, disarankan jangan mengonsumsi obat-obatan jenis sirup terlebih dahulu.

“Hal itu mesti dilakukan hingga adanya keterangan resmi dari lembaga terkait seperti BPOM atau yang lainnya,” kata dia.

Dia mengatakan, DPRD Sumbar siap bekerja sama sesuai dengan kewenangan untuk menyelesaikan persoalan gagal ginjal akut pada anak yang menjadi keresahan masyarakat.

Selain itu pihak kesehatan mesti melakukan edukasi terkait fenomena ini sehingga masyarakat lebih paham apa yang harus dilakukan jika ada tanda tanda bahaya. Kemudian tenaga kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) juga sementara waktu tidak meresepkan obat-obatan dalam bentuk sirup.

Menurut dia fenomena gagal ginjal akut mesti mendapatkan perhatian dari semua pihak sehingga bisa diambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi hal yang lebih buruk.

“DPRD Sumbar melalui komisi terkait akan menjadwalkan rapat bersama Dinas Kesehatan Sumbar, mencari solusi untuk mengambil langkah langkah ke depan, diharapkan pihak terkait bisa bekerja optimal untuk mengentaskan persoalan ini,” kata dia.

Sementara itu Anggota Komisi V DPRD Sumbar Afrizal mengatakan Seiring dengan peningkatan tersebut, dia meminta orang tua tidak panik, tetap tenang, namun selalu waspada terutama ketika anaknya mengalami gejala yang mengarah kepada gagal ginjal akut.

”Kita akan kawal fenomena ini, jangan ada lagi jatuh korban di Provinsi Sumatera Barat,” katanya.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat, 22 anak-anak di Sumbar diduga mengalami gagal ginjal akut. Dari puluhan kasus yang ditemukan, 12 anak meninggal dunia.

Kadinkes Sumbar dr Lila Yanwar mengatakan mengatakan 22 kasus yang dilaporkan tersebut yaitu 20 di RSUP M Djamil dan dua lagi di luar RSUP M Djamil yaitu Mentawai dan RSUD Rasidin.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat empat anak yang masih dalam perawatan. Sementara untuk selebihnya anak yang terjangkit sudah sembuh, namun masih dalam pengawasan.

“Sisanya ada yang sembuh dengan gangguan ginjalnya dan ada gejala sisa. Selain itu masih ada yang dirawat,” kata dia.

Sementara Dokter bagian pelayanan darurat dan rawat intensif anak RSUP Dr. M. Djamil Padang dr Indra Ihsan mengatakan jumlah pasien anak dengan gangguan ginjal akut yang menjalani perawatan di RSUP Dr. M. Djamil Padang pada Juli dua orang, Agustus sepuluh orang, September empat orang, dan September hingga Oktober sebanyak empat orang.

Selain itu, ia mengatakan, ada masing-masing satu pasien dari Mentawai dan RSUD Padang yang meninggal sebelum dibawa ke RSUP M. Djamil Padang.

Ia menjelaskan bahwa di antara pasien anak yang mengalami gagal ginjal akut ada satu pasien berusia di bawah satu tahun, sembilan pasien berusia satu sampai lima tahun, empat pasien berusia lima sampai 10 tahun, dan enam pasien berusia di atas 10 tahun.

(Antara)

(Rizky Zulkarnain)