Jember, aktual.com –  Jember Fashion Carnival (JFC) yang merupakan sebuah ajang karnaval buisana tahunan di Kabupaten Jember yang diinisiasi oleh almarhum Dynand Fariz sejak 2003, saat ini berhasil menjadi karnaval terbesar ketiga di dunia setelah sukses meraih kemenangan di Internasional Carnival de Victoria Seychelles Afrika.

Dan tahun ini memasuki tahun ke 20, dengan mengangkat tema the Legacy JFC menampilakan beragam busana yang terinspirasi dari suku, seni dan budaya Indonesia, salah satunya yang dilakukan oleh Abata Bayu salah satu desainer asal kota Bondowoso Abata Bayu yang merancang fashion pada defile Madurese.

Pria yang sudah lama berkecimpung di dunia fashion sejak bergabung dengan JFC beberapa tahun silam ini mendesain busana dengan tema Madurese (etnik Madura), uniknya ia justru mendesain kostum defile dengan tema Madurese ini terinspirasi dari Produk Sharap salah satu merek elektonik ternama di Indonesia.

“Saya membuat desain busana ini terinspirasi dari logo Sharp, dimana warna dari logo Sharp yang identik dengan warna merah hitam dan putih, membuat saya tertantang untuk menuangkannya ke dalam sebuah karya busana, sehingga dalam pikiran saya langsung tertuju pada kostum orang madura yang identik dengan warna-warna tersebut,” ujar Abata Bayu Sabtu (6/8/2022) saat menggelar press conference dengan sejumlah wartawan.

Menurut Bayu, warna merah dan putih merupakan simbol dari pakaian ala sakera bagian dalam, dan warna hitam pakaian di yang dikenakan di bagian luar, dimana pakaian ini merupakan pakaian khas yang dipakai oleh penjual sate.

“Karena ketiga warna tersebut biasa dipakai oleh penjual sate, maka dalam desain kostum Madurese ini kami menyelipkan tusuk sate sebagai aksesoris atau ornamen dalam rancangan busana yang kami desain, hal ini sebagai ikonik, sehingga dengan melihat kostum saja, orang akan tahu jika itu adalah fashion khas madura,” jelas pria yang juga pernah menjadi desainer salah satu kontestan putri Indonesia asal Lombok.

Selain itu, Abata Bayu juga menyampaikan, dengan kostum khas Sakera ini, dirinya ingin mengangkat sifat kerja keras dari masyarakat Madura. “Warna merah merupakan warna corporate Sharp, dimana bagi budaya Jepang, warna merah melambangkan kedamaian dan kemakmuran, sedangkan warna hitam melambangkan sikap gagah dan pantang menyerah masyarakat Madura, garis-garis merah dan putih memperlihatkan sikap tegas yang dimiliki orang Madura, dan untuk gaya pakaian yang serba longgar melambangkan kebebasan dan keterbukaan orang madura,” jelas Bayu.

Pandu Setio Head of PR & Brand Communication Manager PT. Sharp Elektronik Indonesia yang ikut mendampingi Abata Bayu dalam kesempatan tersebut menyatakan, jika kolaborasi ini merupakan rangkaian kampanye pada Sharp Indonesia yang memiliki slogan Be your self be original, dimana dalam slogan tersebut menggaungkan pesan positif yang artinya menjadi diri sendiri.

“Kolaborasi kami dengan mas Abata Bayu serta slogan dari Sharp sendiri yakni Be your self be original yang artinya menjadi diri sendiri, sama dengan apa yang digaungkan oleh pendiri JFC, yakni mas Dinand Fariz, dimana selama ini mas Dinand Faris selalu menggerakan anak-anak muda untuk berkreasi dan berkarya tanpa meniru orang lain, sehingga slogan inilah yang akhirnya kami kolaborasikan dengan desain kostum mas Abata Bayu untuk ikut dalam Defile JFC ke 20,” jelas Pandu.

Selain itu, Pandu juga menyatakanbahwa keterlibatan pihakya dalam salah satu defile JFC yang mengangkat tema Madurese ini sebagai bentuk komitmen PT. Sharp Indonesia dalam berkontribusi memberikan dukungan terhadap industri kreatif, salah satunya di event JFC.

Sementara Anditya Combat selaku Direktur of Roadshow & Social Responsibility Jember Fashin Carnaval 2022 menyatakan, bahwa pihaknya sebagai anak bangsa sangat senang dan bangga mendapat kepercayaan dan kesempatan melakukan kolaborasi dengan perusahaan sebesar PT. Sharp Elektonik Indonesia, hal ini semakin menambah semangat dirinya untuk terus berkarya.

“Kami sangat senang dan bangga sebagai anak bangsa mendapatkan kesempatan dan dipercaya oleh perusahaan multinasional seperti Sharp Indonesia untuk berkolaborasi, tentu kepercayaan yang diberikan menjadi penyemangat kami untuk bisa berkarya lebih baik lagi, terima kasih Sharp Indonesia,” pungkas Anditya. (*)

 

Aminudin Aziz

(Aminuddin Aziz)