Jakarta, Aktual.com- Presiden Perancis Emmanuel Macron akhirnya menunjuk Edouard Philippe.sebagai perdana menteri, Philippe sendiri berasal dari kelompok konservatif, Senin (15/5).
Sebelumnya pria berusia 46 tahun itu adalah anggota parlemen dan Wali Kota Le Havre, yang berasal dari kelompok republiken.
Seperti dikutip dari Associated Press, langkah Macron ini sebagai catatan sejarah, di mana untuk pertama kalinya seorang presiden menunjuk perdana menteri yang berbeda kubunya tanpa paksaan.
“Saya mengatakan kepada diri sendiri, situasi kami begitu unik, sehingga kami harus mencoba sesuatu yang belum pernah dicoba sebelumnya,” ucap Philippe dalam siaran di jaringan televisi TF1.
“Philippe adalah perdana menteri yang akan membawa semua orang bersama-sama di seputar program pemersatu yang progresif, berani, dan menyatukan,” sebut Wali Kota Lyon Gerard Collomb, yang berasal dari kelompok sosialis.
Collomb sendiri tercatat sebagai salah satu pendukung Macron.
Atas penunjukkan Philippe, Macron dinilai telah melupakan sejumlah pengikut setianya, termasuk Richard Ferrand, mantan sosialis salah satu orang pertama yang bergabung dengan Macron tahun 2016, dengan jabatan Sekretaris Umum REM adalah partai “Republic on the Move” di mana Macron bernaung.
Christophe Castaner, Juru bicara kampanye Macron, menyebut hal ini sebagai pilihan sulit yang harus dibuat di lingkaran dalam Macron. Saat ini, pertempuran untuk posisi di Istana Elysee telah dimenangkan Macron.
Kemudian, sisa kabinet pemerintah diperkirakan akan diumumkan pada Selasa malam. Setelah penunjukkan ini, Macron pun bertolak ke Berlin untuk bertemu Kanselir Jerman Angela Merkel.
Pewarta : Gespy Kartikawati Amino
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















