Jakarta, Aktual.co — Penanggung jawab talkshow Pameran dan Edukasi Produk Ekonomi Kreatif, DR. Dr. Ulla Nuchrawaty mengatakan bahwa ada tiga hal terkait diferensiasi ‘Pameran dan Edukasi Produk Ekonomi Kreatif’, salah satunya yaitu adanya Klinik Konsultasi Bisnis. Filosofi dari klinik adalah memecahkan persoalan yang dihadapi dan diharapkan beberapa persoalan mikro dalam pengelolaan usaha dapat dipecahkan.
“Tim kurator kita punya pengalaman di bidangnya, sehingga stand yang dihadirkan menampilkan sesuatu yang menarik, dan mendapatkan pengakuan dari pengunjung,” ujarnya di Jakarta, Kamis (14/5).
Diferensiasi lainnya, lanjutnya, adalah menghadirkan Ketua DPR RI dan anggota DPR lainnya yang ikut aktif dalam Talk Show, ikut mendengarkan dan melihat langsung, sehingga mereka mereka dapat faham apa yang harus mereka perjuangkan dalam politik anggaran yang tentunya memihak kepada UKM.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir KUKM, Dr.Ir.Kemas Danial mengajak kepada khususnya kepada pengusaha perempuan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi pasar MEA 2015.
“Saya mengajak seluruh pengusaha perempuan dan besedia menjadi mentor untuk kemudian memberikan asistensi mulai dari identifikasi masalah dalam menjalankan usaha, menyusun proposal usaha yang visble dan workable, juga bagi para pengusaha yang sudah mendapatkan pembiayaan, bagaimana bisa dipantau untuk kemudian bagaimana memikirkan konsep atau rencana pengembangannya,” ujar Kemas.
Sementara itu mengenai posisi peluang UKM Indonesia menghadapi MEA 2015, Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN Kemlu RI, mengungkapkan bahwa Indonesia harusnya lebih siap dengan apa yang dipunyai Indonesia, sumber daya alam.
“Indonesia bisa! Karena memiliki sumber daya alam yang siap dieksplorasi, Indonesia mampu bersaing . Masalahnya sekarang adalah sumber daya manusia yang secara kreatif, cerdas bisa memanfaatkan sumber daya alam ini,” ujar Direktur Kerjasama Ekonomi ASEAN Kemlu RI, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi.
Kehadiran wakil ketua DPR, Fadli Zon, di hari kedua menunjukkan komitmen DPR dalam mendukung upaya-upaya kemandirian dari masyarakat, salah satunya dalam sektor informal UKM.
“Saya kira ekonomi kreatif, terutama pemberdayaan dan penguatan UKM penting, mengingat sektor ini kadang terabaikan. Patronase terhadap UKM diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dalam upaya peningkatan kualiatas baik dari aspek produk, pemasaran, dan packaging,” paparnya.
Mengenai maraknya produk tiruan, Fadli Zon menyatakan keyakinan selama Produk Kreatif Indonesia memiliki keunikan, akan sulit untuk ditiru.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka












