Jakarta, Aktual.com — Harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 10 persen pada Jumat (17/4/2026) setelah Iran membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz selama masa gencatan senjata di Lebanon.

Penurunan tajam tersebut terjadi seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global. Selat Hormuz diketahui merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei turun lebih dari 10 persen ke kisaran 83 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent juga melemah tajam hingga berada di bawah level 90 dolar AS per barel.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan bahwa jalur pelayaran di Selat Hormuz dibuka sepenuhnya selama periode gencatan senjata.

“Mengingat gencatan senjata di Lebanon, lalu lintas bagi semua kapal komersial di Selat Hormuz dinyatakan dibuka sepenuhnya selama waktu gencatan senjata yang tersisa,” ujarnya.

Keputusan tersebut disambut positif oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menyampaikan apresiasi atas langkah Iran membuka jalur strategis tersebut.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa blokade laut terhadap Iran masih tetap diberlakukan hingga proses negosiasi antara Washington dan Teheran selesai sepenuhnya.

Pembukaan kembali Selat Hormuz terjadi di tengah gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon, yang mulai berlaku pada Jumat dini hari waktu setempat.

Pasar merespons cepat perkembangan tersebut dengan koreksi harga minyak yang signifikan, mencerminkan ekspektasi membaiknya pasokan global dalam jangka pendek.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti, Axios, The Guardian, MarketWatch

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi