Jakarta, Aktual.co — Ekonom LIPI Agus Eko Nugroho mengungkapkan lemahnya kinerja ekspor masih menjadi hambatan bagi swasta untuk lebih agresif meningkatkan produksi, sehingga tidak heran impor bahan baku/penolong dan barang modal turun pada Januari-April 2015.
“‘Recovery’ (pemulihan) pelambatan ekonomi dunia juga belum signifikan. Kalau orientasi ekspornya terhambat, konsumsi dunia usaha juga tidak akan meningkat,” kata Agus dihubungi di Jakarta, Senin (18/5).
Agus menjelaskan penurunan potensi ekspor membuat dunia usaha perlu mengkalkulasi kembali untuk meningkatkan produksi. Masalahnya, barang produksi yang sebelumnya ditujukan untuk pasar ekspor, kini lebih banyak dialihkan untuk pasar domestik.
Namun, pasar domestik juga sedang lesu karena permintaan masyarakat yang menurun. Padahal, satu atau dua bulan menjelang Bulan Ramadhan dan Lebaran lazimnya adalah tren konsumsi tinggi, di mana dunia usaha melipatgandakan produksinya.
“Memang dari sisi domestik, kita tidak bisa hiraukan konsumsi masyarakat memang sedang melambat di triwulan I 2015 ini,” kata dia.
Selain konsumsi dunia usaha, dan konsumsi masyarakat yang menurun, minimnya konsumsi program pemerintah juga telah menunda perbaikan serapan tenaga kerja dan stimulus bagi dunia usaha. Lesunya konsumsi domestik ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















