Karyawan memperlihatkan uang pecahan dolar Amerika Serikat di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Selasa (4/9/2018). Nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS melemah menjadi Rp14.940 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Indonesia punya sejarah pahit mengenai krisis moneter, yaitu yang terjadi 20 tahun silam, tepatnya pada 1998. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Jumat pagi kembali menguat usai Bank Indonesia menurunkan suku bunga.

“Kebijakan BI ini kemungkinan baru akan efektif mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester II-2020,” kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Jumat (25/10).

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI kemarin memutuskan menurunkan suku bunga acuannya BI 7-Day Reverse Repo Rate 25 bps menjadi 5 persen.

Penurunan tersebut merupakan yang keempat kalinya sejak BI turunkan suku bunganya pada Mei 2019 lalu.

Dalam RDG tersebut BI juga menurunkan suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing sebesar 25 bps sehingga menjadi 4,25 persen dan 5,75 persen.

Dalam pernyataannya, BI mempertimbangkan penurunan ini sebagai kebijakan ‘pre-emptive’ untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pertumbuhan ekonomi global yang melambat.

(Abdul Hamid)