Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan ini diperkirakan bergerak melemah.

“Pagi ini mata uang kuat Asia dolar Hong Kong dan dolar Singapura dibuka melemah terhadap US dolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini,” kata ekonom Samuel Aset Manajemen Lana Soelistianingsih di Jakarta, Senin (7/10).

Dari AS, data ekonomi Negeri Paman Sam yang diumumkan pada akhir pekan lalu melemah. Neraca perdagangan Agustus 2019 tercatat defisit yang melebar sebesar 54,9 miliar dolar AS dari 54 miliar dolar AS pada Agustus, dan lebih besar dibandingkan ekspektasi konsensus.

Dari pasar tenaga kerja, angka ketenagakerjaan non pertanian (nonfarm payroll) naik tetapi di bawah ekspektasi konsensus. Merespon data yang melambat tersebut, ekspektasi bank sentral AS The Fed menurunkan suku bunganya pada pertemuan 29-30 Oktober 2019 mendatang semakin besar.

“Dengan data yang melemah ini the Fed akan cenderung melakukan kebijakan moneter yang lebih ekspansif,” ujar Lana.

(Abdul Hamid)