Berdasarkan data yang diterbitkan BI pagi ini, kurs rupiah berada di angka Rp13.329 per dolar AS, terdepresiasi tipis 0,2% atau 3 poin dari posisi 13.326 kemarin. Pada saat yang sama, nilai tukar rupiah terpantau menguat 0,03% atau 4 poin ke Rp13.327 per dolar AS di pasar spot, setelah dibuka dengan penguatan hanya 0,01% atau 1 poin di Rp13.330.‎ AKTUAL/Munzir

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan diperkirakan masih mengalami apresiasi melanjutkan penguatan hari sebelumnya.

“Dalam perdagangan akhir pekan rupiah kemungkinan akan menguat di “range” 14.130-14.190,” kata Direktur PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Jumat (18/10).

Euforia pelantikan Jokowi-Ma’ruf Amin kembali menjadi topik utama karena pelaku pasar menunggu menteri-menteri yang akan dilantik presiden yang notabene 50 persen dari kalangan profesional sehingga optimisme pasar kembali menguat dan berdampak terhadap penguatan mata uang garuda Kamis (17/10) lalu.

Disamping itu, penguatan rupiah juga ditopang oleh Bank Indonesia yang terus melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi dalam perdagangan Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

BI juga terus memonitor dan menjaga laju pertumbuhan ekonomi dengan diprediksi akan kembali menurunkan suku bunga acuan dalam pertemuan bulan November guna mengimbangi pemerintah dalam menerapkan kebijakan strategi bauran yang saat ini telah berhasil menarik dan memantik modal asing masuk ke dalam negeri.

(Abdul Hamid)