Karyawan jasa penukaran uang asing menunjukkan dolar Amerika di Masayu Agung, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2018). Nilai tukar rupiah terhadap dolar atau kurs kembali menurun, yakni dari sebelumnya sebesar Rp 14.734 per USD pada Kamis (30/8/2018) naik menjadi Rp 14.800 per USD pada pukul 07.00 WIB. AKTUAL/Tino Oktaviano

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antar bank di Jakarta pada Rabu terapresiasi ke level Rp14.210 per dolar AS menyusul data manufaktur Amerika Serikat yang mengalami kontraksi.

“Mata uang Asia, termasuk rupiah cenderung bergerak menguat terhadap dolar AS menyusul data manufaktur Amerika Serikat yang mengalami kontraksi,” kata Kepala Riset Monex Investindo Future Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (2/10).

Ia memaparkan indeks manufaktur AS turun menjadi 47,8 di bulan September, level terendah sejak Juni 2009, ini menjadi bulan kedua beruntun untuk berada di area kontraksi. “Setiap angka di bawah level 50 sinyalkan kontraksi,” ucapnya.

Terpantau, pergerakan rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu pagi bergerak menguat tipis sebesar tiga poin atau 0,02 persen menjadi Rp14.210 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya Rp14.213 per dolar AS.

Sementara dari dalam negeri, lanjut dia, isu domestik mengenai demonstrasi diperkirakan masih akan membayangi pasar meski tensinya relatif mulai mereda.

(Abdul Hamid)