Banjarmasin, Aktual.com – Ekonom Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Hidayatullah Muttaqin mengatakan pemerintah daerah harus menyiapkan digitalisasi data Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mutakhir.

“Ketersediaan data ini sangat penting bagi pemda untuk membuat kebijakan yang lebih berdampak dan terukur di tengah krisis yang diakibatkan pandemi COVID-19,” terang dia di Banjarmasin, Minggu (6/9).

Menurut  dia, krisis saat ini momen bagi pemda untuk memajukan UMKM yang selama ini agak termarginalkan. Diketahui  perekonomian Kalimantan Selatan terlalu mengandalkan penerimaan dari ekspor komoditi berbasis sumber daya alam yaitu batubara dan CPO .

Padahal faktanya, berdasarkan data Sensus Ekonomi BPS tahun 2016, di Kalimantan Selatan terdapat 462 ribu Usaha Mikro Kecil (UMK) atau mencakup 99 persen unit usaha yang ada. UMK ini menyediakan sekitar 83 persen dari 1,16 juta lapangan kerja di dunia usaha Kalsel.

Dengan potensi jumlah unit usaha UMK dan lapangan kerja yang terserap, lanjutnya, maka kebijakan pemulihan ekonomi dengan berfokus pada upaya untuk membantu UMK menjadi sangat penting.

“Pemda harus cepat mengambil langkah strategis mendorong kembali kegiatan produksi dan perdagangan UMKM. Di sinilah pentingnya pemda punya data mutakhir yang selalu diperbarui,” jelasnya.

Diungkapkan Taqin, dari 472 ribu unit usaha untuk seluruh jenis skala usaha, sebanyak 48 persen di antaranya bergerak di sektor perdagangan,18 persen di sektor akomodasi, makanan dan minuman, dan 13 persen di sektor industri pengolahan.

Data tersebut mengindikasikan 3 sektor ini harus mendapatkan perhatian khusus dalam upaya memberikan stimulasi ekonomi melalui UMK.

Sebab ketiga sektor ini menyediakan lapangan kerja paling besar di Kalimantan Selatan. Jika laju kejatuhan di ketiga sektor ini dapat ditahan, maka daya beli masyarakat relatif terjaga dari goncangan berat.

“UMKM tidak hanya membutuhkan bantuan finansial tetapi juga bagaimana mengemas produk dan memasarkannya. Di era digital, pemasaran daring dan kemasan produk menjadi sangat penting untuk memperluas daerah pemasaran sekaligus menghadapi persaingan yang cenderung mengglobal,” pungkas anggota Tim Pakar ULM untuk Percepatan Penanganan COVID-19 itu. (Antara)

(As'ad Syamsul Abidin)