Petugas menghitung uang dolar AS di Kantor Cabang BNI Melawai, Jakarta, Selasa (15/9). Nilai tukar rupiah terpuruk terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjelang Federal Open Market Committee (FOMC), Selasa (15/9) menyentuh level Rp 14.408 per dolar AS atau melemah 0,52 persen dibandingkan hari sebelumnya Rp 14.333 per dolar AS. ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma/ama/15

Jakarta, Aktual.com – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis menguat tipis menjadi Rp14.194 per dolar AS, seiring tensi politik dalam negeri yang diperkirakan mulai kondusif.

“Tensi politik dalam negeri mulai menurun. Terpilihnya Puan Maharani sebagai Ketua DPR sedikit meredakan pasar, sehingga ke depan tidak ada lagi gesekan antara pemerintah dan DPR,” kata Direktur Utama Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Kamis (3/10).

Di samping itu, lanjut dia, Bank Indonesia juga diperkirakan masih melakukan intervensi di pasar valuta asing (valas) dan obligasi dalam perdagangan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).

DNDF merupakan transaksi derivatif valas terhadap rupiah yang standar (plain vanilla) berupa transaksi forward (berjangka) dengan mekanisme fixing yang dilakukan di pasar domestik.

Ia memproyeksikan pada perdagangan Kamis (3/10) ini, rupiah masih terbuka peluang untuk melanjutkan penguatan meski terbatas, di kisaran Rp14.165-Rp14.205 per dolar AS.

(Abdul Hamid)